AMBON,MRNews.com,- Bupati Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB), Petrus Fatlolon menyampaikan kuliah umum kepada seluruh civitas akademika dan calon mahasiswa baru fakultas hukum Universitas Pattimura (Unpatti), di aula terbuka fakultas, Selasa (4/9/18).
Kuliah umum Bupati MTB tersebut tentang tantangan dan peluang Blok Masela bagi generasi muda Maluku. Sekaligus juga dirangkai dengan penandatanganan kerjasama antara pemerintah daerah MTB melalui pimpinan SKPD dengan pimpinan fakultas hukum, fakultas kedokteran, fakultas perikanan, fakultas pertanian dan fakultas keguruan dan ilmu pendidikan Unpatti Ambon.
Dalam paparannya, Bupati Fatlolon menekankan pentingnya mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang handal dan terampil untuk pemanfaatan dan pengelolaan potensi sumber daya alam (SDA) jangka panjang, salah satunya Blok Masela (BM) yang pada waktunya akan dibangun dan dioperasikan. Karena itu, peran perguruan tinggi atau kampus sangat penting dan strategis. Apalagi Blok Masela nanti konsentrasinya untuk gas, bukan minyak. Sehingga SDM di bidang Migas harus dipersiapkan dengan baik, terukur dan punya skill.
Pasalnya, Blok Masela kata Bupati, saat telah beroperasi pastinya memiliki manfaat atau peluang besar, dengan SDM lokal terlibat langsung. Yakni dana bagi hasil 100 persen atas pengelolaan blok tersebut untuk Provinsi Maluku, dimana berdasarkan UU nomor 25 tahun 1999, maka pemerintah pusat akan mendapat alokasi anggaran sebesar 70 persen dan pemerintah provinsi sebesar 30 persen. Kemudian dibagi lagi, provinsi 6 persen dan 11 Kabupaten/Kota dapat 24 persen, dimana untuk daerah penghasil 12 persen, sisa 12 persen dibagi lagi ke 10 Kabupaten/Kota lainnya termasuk Kota Ambon.
“Jarak blok Migas Masela tersebut jika di laut maka lebih dekat ke pulau Selaru, MTB kurang lebih 100 km. Sedangkan di Kabupaten/Kota lainnya sedikit kejauhan, mungkin MBD dan Aru yang agak dekat. Namun hasil analisanya dekatnya ke Selaru. Maka jika blok itu di MTB, keuntungan yang pemerintah daerah dan masyarakat dapat berkisar antara Rp 800 miliar- Rp 1,1 triliun,” papar Fatlolon.
Diakui politisi Demokrat itu, APBD MTB sangat kecil dan masih tergantung dana perimbangan yang dikucurkan dari pemerintah pusat. Karenanya, keuntungan lain dari Blok Masela berada di MTB, maka akan terjadi percepatan pembangunan di MTB. Selain itu, terciptanya ribuan lapangan kerja yang besar untuk mengisi posisi strategis yang tersedia sesuai kualifikasi dan tersertifikasi di bidang Migas, mendapat gaji fantastis, minimal di angka Rp 5 juta tiap bulan. Serta pertumbuhan ekonomi luar biasa di MTB dan sekitarnya. Kota Ambon akan jadi penyangga utama dan pintu masuk.
“Meski banyak peluang, tetapi juga harus diantisipasi karena pasti ada sejumlah tantangan jika Blok Masela beroperasi, salah satunya keterbatasan SDM di bidang Migas. Diharapkan, Pemprov dan pemerintah kabupaten/kota menyiapakan SDM sejak dini, terutama SDM yang handal di bidang kedokteran, teknik, ekonomi, perhotelan/pariwisata, perikanan, konsentrasi Migas. Kuncinya para mahasiswa harus tekun kuliah, terkhusus yang konsentrasi Migas. Pemkab MTB sudah kirim 50-an putera/puteri terbaik untuk kuliah di kampus Migas, Cepu. Karena prinsip kita, penyiapan SDM sangatlah penting, terutama di bidang Migas, supaya kita tidak jadi penonton di negeri sendiri nantinya,” pungkas Fatlolon. (MR-02)











Comment