AMBON,MRNews.com,- Bupati Maluku Tengah Tuasikal Abis didesak untuk segera menyelesaikan konflik yang terjadi antara dua Negeri tetangga di Kecamatan Pulau Haruku Maluku Tengah, Pelauw dan Kariu.
Desakan ini disampaikan Pemerintah Pusat melalui Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Jenderal TNI (Purn.) Moeldoko.
Moeldoko meminta Abua untuk segera berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, dalam upaya penyelesaian konflik Pelauw-Kariu
Desakan tersebut diakui Ketua DPRD Maluku Lucky Wattimury Sabtu (18/06), usai menggelar rapat bersama KSP beberapa waktu lalu.
“Kami diundang untuk menghadiri pertemuan di Kantor Staf Kepresidenan untuk membicarakan masalah antara Kariu dan Pelauw,” jelas Wattimury.
Akuinya, pertemuan tersebut dipimpin langsung Kepala KSP, dan dihadiri perwakilan Kemendagri, Kemensos, BNPB, BPN, Kesbangpol, perwakilan Dirut PLN, serta beberapa unsur Pemda.
“Dalam pertemuan tersebut, Bupati Malteng diminta melaporkan apa yang sudah dilaksanakan dalam penanganan konflik Pelauw dan Kariu,” ucapnya.
Selain Bupati Malteng, Kepala Staf Kepresidenan juga meminta Pemprov Maluku, Pangdam XVI/Pattimura, dan Kapolda Maluku untuk menyampaikan progres yang telah dilakukan terkait upaya penyelesaian konflik Kariu dan Pelauw.
Dikatakan Wattimury, setelah mendengar penjelasan pihak-pihak terkait, kepala KSP memerintahkan Bupati Malteng Abua Tuasikal segera melaksanakan upaya penanganan konflik secara serius.
Bukan hanya sebatas rapat koordinasi, melainkan dibarengi dengan langkah-langkah nyata penuntasan konflik.
“Jika permasalahan ini tidak tuntas tentu akan berimbas kepada permasalahan lainnya.” jelas Wattimury.
Menyikapi permintaan tersebut, menurut Wattimury, Abua Tuasikal menyatakan kesanggupannya menuntaskan permasalahan yang sudah berlangsung beberapa waktu ini. (MR-03)











Comment