AMBON,MRNews.com,- Kredit konsumtif masih mendominasi dan menjadi motor pengerek kinerja industri perbankan di Maluku. Tercatat triwulan II tahun 2019, kredit konsumtif sebesar Rp 8,76 triliun atau meningkat Rp 655,62 miliar atau 8,09 persen yoy. Hal tersebut diungkapkan Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku Bambang Hermanto, saat media update II tahun 2019, di The Gade Coffe, Kamis (29/8/19).
Dalam kurun waktu dua tahun terakhir sebut Bambang, meskipun lambat telah terjadi pergeseran pangsa kredit dari kredit konsumtif ke kredit produktif yakni posisi Juni 2018 sebesar 69,19 persen, posisi Desember 2018 sebesar 67,11 persen, dan posisi Juni 2019 sebesar 65,92 persen. Semakin meningkatnya pangsa kredit produktif diharapkan dapat mendapat sektor rill untuk semakin bertumbuh berkembang.
Sementara itu, kualitas kredit pada posisi triwulan II 2019 lanjutnya, terpantau dengan rasio Non Perfoming Loan (NPL) atau rasio kredit bermasalah sebesar 1,41 persen, lebih tinggi dibandingkan posisi triwulan I 2019 yang tercatat sebesar 1,24 persen. Namun kondisi tersebut terhitung masih jauh dibawah NPL nasional yang tercatat sebesar 2,59 persen dan NPL indikatif nasional sebesar 5 persen.
“Kontribusi dunia perbankan di Maluku dalam mendukung pengembangan perekonomian di wilayah Maluku selama triwulan II tahun 2019 cukup signifikan dan memiliki kinerja secara industri yang terjaga baik. Penyaluran kredit perbankan di triwulan II 2019 tumbuh positif secara year on year (yoy) sebesar Rp11,71 triliun menjadi 13,28 triliun,” papar Bambang.
Selain itu menurut Bambang, realisasi pertumbuhan tersebut sedikit melambat dibandingkan dengan pertumbuhan kredit di triwulan I tahun 2019 yang tercatat 13,58 persen, namun lebih tinggi dari realisasi perumbuhan kredit nasional yang tumbuh sebesar 9,94 persen (yoy). Sektor ekonomi produktif yang berkontribusi terhadap penyaluran itu yakni sektor perdagangan besar dan eceran, kontribusi, adminstrasi pemerintahan pertahanan, dan jaminan social wajib, penyedia akomodasi dan penyedia makan minum.
Masing-masing secara yoy meningkat Rp 306,94 miliar (12,94 persen), Rp 184.08 miliar (62,76 persen), Rp 115,13 miliar (794,38 persen), Rp 92,06 miliar (41,35 persen). Selain itu, terdapat beberapa sektor ekonomi dengan pertumbuhan secara yoy yang cukup menonjol antara lain sector real estate, usaha persewaan, dan jasa perusahanan sebesar Rp 42,96 miliar atau 67,04 persen, sektor perikanan sebesar Rp 29,42 miliar atau 35,75 persen dan sector pertanian, perburuan, dan kehutanan sebesar Rp26,04 miliar atau 17,67 persen.
“Hingga saat ini tahun 2019 pertumnbuhab kredit di Provinsi Maluku masih tetap terjaga di 2 digit, menunjukan optimisme dan komitmen kuat sektor jasa keuangan, khususnya perbankan dalam mendukung peningkatan perekonomian di wilayah Maluku, baik melalui pembiayan disektor produktif maupun konsumtif,” kuncinya. (MR-02)











Comment