by

Ketua KSH Inkado Maluku Sempat Nangis-nangis di Rumah Pacarnya

AMBON,MRNews.Com.-Ibunda IS,24, Ace, kecewa berat perilaku bejat oknum wasit karate nasional berlisensi AKF, YA,48, yang tega menghamili putri kesayangannya itu dengan berdalih akan menceraikan istrinya kelak jika cintainya diterima IS. Saat ini IS yang juga karateka Maluku itu tengah hamil lima bulan hasil hubungan terlarangnya dengan YA yang tengah menjabat Ketua Keluarga Sabuk Hitam Indonesia Karate-do Maluku. YA adalah putra Lumasebu, Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Maluku, yang atas jasa rekannya Herman Tibalia dan mantan Sekum KONI Maluku Alberthus Fenanlampir dapat mengikuti Ujian Wasit Kareta di Filipina pada 2014 silam. Namun, bukannya berterima kasih, YA malah menyikut Tibalia dari belakang dengan mengembuskan isu-isu tidak sedap bagi pengurus-pengurus harian PB Forki di Jakarta.

Ironisnya, atas kebejatannya sendiri di depan dewan wasit PB Forki, YA berkelit kehamilan IS bukan karena hasil perbuatannya sendiri dan apa yang diberitakan di media massa karena kecemberuan rekan-rekan wasit di Pengurus Provinsi Forki Maluku.

Di mata keluarga IS, jelas Ace, YA tak lebih dari lelaki bejat, pengecut, omongannya besar tapi penipu, dan kampungan.

’’Katanya (YA) wasit karate nasional, kok kampungan, pengecut, tidak berani bertanggung jawab,’’ kesal Ace kepada penulis di Ambon, Rabu (7/11).

Ace menuturkan hubungan asmara antara anaknya IS dengan YA sempat ditentang habis-habis dirinya dan suaminya (ayah IS) lantaran YA sudah berumah tangga. Namun, YA dengan berbagai alasan datang ke rumah IS sambil menangis-menangis meminta hubungannya dengan IS tetap dilanjutkan meski sempat diketahui istri YA, CJP, salah satu panitera pengganti di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Ambon di Lateri.  ’’YA sempat datang di rumah kami nangis-nangis,’’ tutur Ace.

Yang membuat Ace berang adalah ketika diketahui telah menghamili anaknya, bukannya YA masuk meminta maaf dan bertanggung jawan atas perbuatannya, YA mengomel kepada teman-teman wasit dan pengurus Forki Maluku bahwa dirinya telah menyogok ibu IS agar tidak dapat menuntut dirinya. ’’YA itu kasih uang kepada saya selalu saya tolak-tolak karena suami dan anak-anak saya juga punya pensiun dan gaji masing-masing, tetapi dia (YA) selalu memaksa dan mengatakan ambil saja mama. Ini uang par beli sayur jua. Kalau tidak salah YA kasih lima kali, jumlah semuanya Rp 400 ribu. YA itu brengsek,’’ tegas Ace.

Saat ini YA belum berani meminta dan mengajak keluarga besarnya masuk ke rumah keluarga IS yang masih memiliki hubungan kerabat dengannya untuk menyatakan pertanggung jawaban atas perbuatannya dan kemampuan menjamin masa depan bayi yang tengah dikandung IS hasil perbuatannya sendiri.

’’YA itu mulutnya besar, tapi parlente,’’ tutup Ace. (MR-03).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed