AMBON,MRNews.com,- Kepala sekolah dan guru terutama Satgas Covid-19 tiap sekolah diminta selalu intens memantau protokol Kesehatan (Prokes) siswa ketika beraktivitas di Sekolah selama Pembelajaran Tatap Muka (PTM) berjalan.
Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon Agus Ririmasse mengaku, hal ini penting dan wajib dilakukan sehingga tidak terjadi peningkatan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 klaster sekolah. Karena Covid-19 kini sudah turun drastis di Ambon.
“Saya harap semua staf di Sekolah baik SMP dan SD selalu pantau Prokes siswa ketika PTM. Kita harus mencegah sebelum terpapar virus mematikan yang belum dapat dimusnahkan secara permanen ini,” harap Ririmasse via seluler, Kamis (10/3).
Dinas Pendidikan kata Ririmasse, telah memastikan akan juga intens memantau sekolah yang telah jalankan PTM baik tingkat SMP maupun SD, namun tidak disiplin Prokes.
“Jika kedapatan ada masalah, tentu akan ditegur pimpinan sekolahnya untuk segera dibenahi. Sebab Prokes sangat penting guna perlancar proses PTM. Karena jika lalai, fatal,” ingatnya.
Selain itu, Ririmasse juga ingatkan agar sekolah yang terapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) 50 persen dan PTM 50 persen, siswanya diajak tidak jadikan PJJ sebagai libur di Rumah.
Akan tetapi harus tetap belajar dan mengikuti materi dan kerjakan tugas yang diberikan guru lewat zoom.
“Jangan kita anggap enteng pembelajaran. Dalam situasi pandemi seperti sekarang kita harus betul-betul belajar. Serta mengikuti anjuran pemerintah terkait memtus mata rantai Covid-19, ” ungkapnya.
Menurut Mantan Kepala Dinas Dukcapil Kota Kupang Itu, bukan satu sekolah yang terapkan 50 persen PTM, 50 persen PJJ. Tetapi semua sekolah yang telah diijinkan PTM diwajibkan terapkan hal itu.
Untuk itu Sekot meminta, pihak Sekolah jangan memaksakan PTM 100 persen tanpa sepengetahuan Pemkot Ambon. Sebab, bisa berdampak pada peningkatan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Ambon.
“Kan semua Sekolah yang diijinkan PTM itu 50 persen PTM dan 50 persen siswa PJJ. Ini akan selalu diterapkan sambil mendapat petunjuk dari Pemerintah Pusat atau Provinsi Maluku. Kami (Pemkot) akan selalu ikut petunjuk pusat,” kuncinya. (MR-02)Kepsek & Guru Diminta Intens Pantau Prokes di Sekolah Selama PTM AMBON,MRNews.com,- Kepala sekolah dan guru terutama Satgas Covid-19 tiap sekolah diminta selalu intens memantau protokol Kesehatan (Prokes) siswa ketika beraktivitas di Sekolah selama Pembelajaran Tatap Muka (PTM) berjalan. Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon Agus Ririmasse mengaku, hal ini penting dan wajib dilakukan sehingga tidak terjadi peningkatan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 klaster sekolah. Karena Covid-19 kini sudah turun drastis di Ambon. “Saya harap semua staf di Sekolah baik SMP dan SD selalu pantau Prokes siswa ketika PTM. Kita harus mencegah sebelum terpapar virus mematikan yang belum dapat dimusnahkan secara permanen ini,” harap Ririmasse via seluler, Kamis (10/3). Dinas Pendidikan kata Ririmasse, telah memastikan akan juga intens memantau sekolah yang telah jalankan PTM baik tingkat SMP maupun SD, namun tidak disiplin Prokes. “Jika kedapatan ada masalah, tentu akan ditegur pimpinan sekolahnya untuk segera dibenahi. Sebab Prokes sangat penting guna perlancar proses PTM. Karena jika lalai, fatal,” ingatnya. Selain itu, Ririmasse juga ingatkan agar sekolah yang terapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) 50 persen dan PTM 50 persen, siswanya diajak tidak jadikan PJJ sebagai libur di Rumah. Akan tetapi harus tetap belajar dan mengikuti materi dan kerjakan tugas yang diberikan guru lewat zoom. “Jangan kita anggap enteng pembelajaran. Dalam situasi pandemi seperti sekarang kita harus betul-betul belajar. Serta mengikuti anjuran pemerintah terkait memtus mata rantai Covid-19, ” ungkapnya. Menurut Mantan Kepala Dinas Dukcapil Kota Kupang Itu, bukan satu sekolah yang terapkan 50 persen PTM, 50 persen PJJ. Tetapi semua sekolah yang telah diijinkan PTM diwajibkan terapkan hal itu. Untuk itu Sekot meminta, pihak Sekolah jangan memaksakan PTM 100 persen tanpa sepengetahuan Pemkot Ambon. Sebab, bisa berdampak pada peningkatan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Ambon. “Kan semua Sekolah yang diijinkan PTM itu 50 persen PTM dan 50 persen siswa PJJ. Ini akan selalu diterapkan sambil mendapat petunjuk dari Pemerintah Pusat atau Provinsi Maluku. Kami (Pemkot) akan selalu ikut petunjuk pusat,” kuncinya. (MR-02)











Comment