by

Kembangkan Pendidikan Multikulturalisme, KKA Lakukan Dialog LIGA

AMBON,LPJ GPM.- Klasis Kota Ambon (KKA) menggelar dialog Lintas Iman Guru pendidikan Agama (LIGA) untuk pengembangan konsep pendidikan multikulturalisme bagi guru agama di sekolah-sekolah yang ada pada wilayah Klasis Kota Ambon, bertempat di ruang rapat lantai 2 Balaikota Ambon, Sabtu (25/8/2018).

Dialog lintas iman guru pendidikan agama itu menghadirkan sejumlah panelis handal diantaranya Sekretaris Umum MPH Sinode GPM, Pendeta Elifas Maspaitela, M.Si, Dr. M Rahanyantel, M.Ag, Dr. Manaf Tubaka (akademisi IAIN Ambon),  Prof. F Leiwakabessy, Prof. M Soselissa, Said Lestaluhu, M.Si (akademisi Unpatti Ambon), dengan moderator Prof. Dr Aholiab Watloly.

Ketua Klasis Kota Ambon, Pendeta Nick Rutumalessy dalam sambutannya mengaku, dialog ini didasarkan pada PIP/RIP GPM, rencana strategi (Renstra) Klasis yang dituangkan dalam program Klasis. Dengan tujuan untuk pengembangan konsep pendidikan multikulturalisme bagi guru-guru agama yang punya tanggungjawab menyiapakan generasi bangsa Indonesia untuk menghadapi arus budaya liar di era globalisasi di Maluku.

Adapun Sekum MPH Sinode GPM, Pendeta Elifas Maspaitella memberi atensi positif atas dialog lintas iman guru agama ini sebagai upaya mengembangkan konsep pendidikan multikulturalisme. Pasalnya pendidikan multikulturalisme dapat memperkuat hubungan agama-agama yang semata-mata adalah agama orang sudara.

Sementara, Dr Manaf Tubaka menyebutkan, pendidikan multikulturalisme memberikan pencerahan terhadap nilai-nilai budaya Maluku yang semakin tenggelam dan hilang termasuk di Kota Ambon. Oleh karena itu, pendidikan multikulturalisme perlu untuk dilaksanakan di sekolah-sekolah sebagai pendidikan formal.

Sedangkan Prof Fredy Leiwakabessy mengatakan, pengembangan konsep pendidikan multikulturalisme sebagai instrumen bagi para guru agama untuk terus meningkatkan dedikasi dan loyalitas demi membentuk karakter dan cara pandang anak-anak sekolah di Maluku dan Kota Ambon khususnya agar memahami budaya dan berkarakter kebudayaan, bertumbuh dan berkembang dengan nilai-nila kearifan lokal dan lebih fokus untuk peningkatan spritualitas anak. (MR-02/KKA)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed