by

Jokowi Diprediksi Menang di Maluku, Prabowo Bisa Salip

-Politik-1,759 views

AMBON,MRNews,- Calon Presiden-Wakil Presiden nomor urut 01, Joko Widodo-Maruf Amin diprediksi  bakal menangi kontestasi politik di Provinsi Maluku pada Pemilu 17 April 2019 dengan presentase dukungan mencapai 50,17 persen. Namun sang lawan, pasangan calon Presiden-Wakil Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno masih bisa salip petahana disaat terakhir jika tak konsisten, karena saat ini presentase suara Prabowo-Sandi di angka 44,03 persen atau selisih diantara keduanya hanya 6,14 persen. Pasalnya undecided voters juga masih sangat tinggi dan itu sangat menentukan.

“Dengan posisi itu, maka Jokowi-Maruf diprediksi unggul dari Prabowo-Sandi saat Pemilu diatas 5 persen. Sementara dengan berbagai elemen pendukung jika bisa dimaksimalkan dan Jokowi-Maruf serta partai pendukung tak konsisten, Prabowo-Sandi bisa selip disaat akhir dengan kemungkinan unggul diatas 0,05-1 persen. Pengaruhnya bisa juga karena undecided voters atau pemilih yang belum bersikap masih tinggi diangka 5,80 persen (73,647). Itu berdasarkan temuan survey di masyarakat,” kata Direktur Parameter Konsultindo Wilayah Maluku-Maluku Utara, Edison Lapalelo dalam presentase hasil survey di Manise Hotel, Sabtu (13/4/19).

Apalagi tambah Lapalelo, ditemukan pula pemilih mengambang juga masih tinggi di angka 4,09 persen (51,934) atau terbagi swing votersnya di pasangan Jokowi-Maruf 2,11 persen dan Prabowo-Sandi 1,98 persen. Yang jika diakumulasikan, voters yang bisa digarap sebesar 9,89 persen (125,581). Presentase angka-angka tersebut sesuai penilaian responden yang ditemui di lapangan sebanyak 1200 sampel meliputi 11 kabupaten/kota di Maluku, dengan frekuensi terbanyak di tiga kabupaten/kota dengan pemilih terbanyak yakni kota Ambon, Malteng dan SBB.

“Hasil survey yang kita lakukan dipastikan memiliki margin of eror kecil, diangka kurang lebih 3 persen, dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Karena metode yang kita pakai multi stage random sampling. Survey kita lakukan pada 1-8 April 2019 lewat tatap muka dan kuesioner. Sampel lebih banyak laki-laki 53,39 persen dengan tingkat pendidikan SMA/SMK 41,4 persen, rata-rata usia 31-40 tahun (31,7 persen) ,” tukasnya.

Ditambahkan Lapalelo, segmentasi memilih karena kesamaan suku dan jazirah lebih tinggi 34,6 persen, diikuti agama 29,3 persen, kesamaan ideologi dan politik 13,2 persen, kinerja kerja/rekam jejak 10,2 persen, transaksional 8,3 persen dan lainnya 4,4 persen.

“Ditemukan di lapangan, potensi transaksional politik masih jadi trend dan cakapan di masyarakat. Dari 8,3 persen pilih karena transaksional, terdapat 74,4 persen dengan model transaksi tidak langsung, 25,6 persen langsung. Juga ditemukan 52,6 persen mereka menerima tapi tidak memilih orang yang memberi sementara 47,4 persen menerima dan memilih orang yang memberi,” paparnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed