AMBON,MRNews.com,- Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku bergerak cepat untuk mengatasi permasalahan hanyutnya jembatan Kawanua setelah diterjang arus banjir, Senin (10/7) lalu.
Hanyutnya jembatan yang terletak di lintas penghubung Jalan Nasional Tehoru-Laimu di Kecamatan Tehoru, Maluku Tengah (Malteng) dan Pulau Seram Bagian Timur (SBT) itu pun membuat jalur Maluku Tengah-SBT putus.
Kepala Satker PJN Wilayah II Provinsi Maluku, Toce Leuwol, ST. MT katakan, satu-satunya cara mengatasi permasalahan tersebut agar akses transportasi kendaraan berjalan lancar adalah dengan Jembatan Bailey untuk penanganan sementara.
“Hal ini dilakukan agar masyarakat bisa kembali melewati akses jembatan, sekaligus agar distribusi bahan pokok tidak menjadi kendala,” jelas Leuwol saat dihubungi media ini, Rabu (12/7).
Lebih lanjut dikatakan Kasatker, bahwa untuk penanganan sementara akan dibangun Jembatan Bailey dengan bentang 150 meter.
“Jembatan putus ditangani dengan Jembatan Bailey secepatnya saat air sudah surut dengan bentang 30×5 meter atau 150 meter. Jadi setelah banjir surut diharapkan kemudian bisa fungsional,” ujarnya.
Jembatan Kawanua yang putus dan hanyut ini sangat vital bagi masyarakat di Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) khususnya karena tidak ada jalan alternatif lain.
Sebelumnya diketahui, Jembatan Kawanua
yang terletak di lintas penghubung Jalan Nasional Tehoru-Laimu di Kecamatan Tehoru, Malteng dan Pulau SBT ini hanyut setelah diterjang arus banjir Senin lalu yang membuat jalur Maluku Tengah-SBT putus.
Akibat peristiwa ini, akses transportasi di kedua Kabupaten tersebut lumpuh total, karena tidak ada jalur alternatif lain.
Pasca kejadian, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku Ir. S. Bambang Widyarta, MT bersama Kasatker PJN Wilayah II Provinsi Maluku, Toce Leuwol, ST. MT langsung meninjau kondisi jembatan yang putus.
“Kami mendapat kabar dari tim di lapangan bahwa Jembatan Kawanua bentang total 520 meter, jembatan 120 meter hanyut di ruas jalan nasional terjadi bencana alam rubuh akibat banjir bandang. Sehingga pagi (Senin-red) kami langsung meluncur ke lokasi,” kata Bambang via seluler. (MR-02)











Comment