AMBON,MRNews.Id.- Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Ambon, Leonora Wemay, S.Pd. M.Pd mengaku mengenal secara mendalam kondisi SMA Negeri 1 Ambon sebelum dipercayakan memimpin sekolah yang menjadi incaran siswa di Kota Ambon.
Wemay yang lahir 21 November 1967 di Rambatu, Kecamatan Kairatu, Kabupaten SBB menegaskan dengan memahami kondisi sekolah maka dirinya tidak bisa menata sekolah menjadi semakin baik jika tidak ditunjang oleh guru dan murid bahkan para alumni dan orang tua murid .
Sebab bagaimanapun menurut Wemay keterlibatan semua pihak menjadi penunjang untuk memberikan yang terbaik bagi dunia pendidikan.
” Penataan Sekolah menjadi semakin baik memerlukan dukungan semua pihak, baik itu semua rekan-rekan guru, murid, orang tua murid bahkan para alumni yang juga terlibat didalamnya” ujar Wemay di ruang kerjanya, Senin (17/2).
Sebagai kepala sekolah dirinya diperkuat dengan keterlibatan 104 tenaga pengajar baik tetap maupun tidak tetap dengan jumlah murid sebanyak 1.570 siswa dari kelas 10, 11 dan 12.
Keterlibatan semua pihak menurut Wemay menjadi kekuatan untuk memberikan yang terbaik bagi siswa-siswa yang ada dalam masa pendidikan sebelum ke Perguruan tinggi.
” Saat ini siswa kelas 12 sementara ada dalam ujian praktek sehingga kondisi fisik dan mental siswa harus dijaga dengan baik dan ini melibatkan orang tua sehingga hasilnya menjadi lebih baik” jelas Wemay .
Sebagai guru yang telah mengajar di SMA Negeri 1 Ambon sejak tahun 1996 tentu sangat mengenal secara mendalam kondisi sekolah dan bagaimana mempersiapkan siswa masuk ke perguruan tinggi termasuk merebut ketersediaan beasiswa baik itu di dalam maupun luar negeri.
” Keinginan saya bagaimana siswa-siswa yang punya prestasi tapi dari kondisi ekonomi keluarga yang kurang bisa merebut ketersediaan beasiswa agar bisa melanjutkan ke perguruan tinggi . Karena itu, peranan orang tua sangat penting dalam mempersiapkan siswa di rumah” ujar Wemay .
Sebagai pendidik maka pengelolaan materi belajar dan praktek mesti sejalan untuk mempersiapkan siswa sejak kelas 10 menuju kelas 12 dengan tetap menjaga nilai siswa tidak baik . Sebab itu siswa selalu diberi edukasi untuk mempersiapkan diri masuk ke perguruan tinggi dengan baik .
” Pengalaman saya selama ini membantu siswa mengejar beasiswa di perguruan tinggi atau yang masuk jalur umum mesti tetap menjaga nilai pendidikan sejak masuk kelas 10. Dengan nilai-nilai yang semakin naik hingga kelas 12 yang didukung dengan berbagai sertifikat prestasi menjadi penunjang masuk perguruan tinggi. Nah ini memerlukan dukungan guru sebagai pengajar, siswa bahkan orang tua murid” tutur Wemay.
Disisi lain, sekolah juga mesti siap untuk menyambut tahun ajaran baru sekaligus penerimaan siswa baru. Karena itu, dengan kondisi ruang belajar akan menjadi dasar untuk menerima jumlah siswa sehingga bisa ditampung dengan baik.
” Karena itu, membangun dan menata sekolah memerlukan kesiapan hati dan dukungan semua pihak. Sebab keberhasilan itu tidak bisa diraih tanpa kerja keras dan hati yang tulus untuk mendidik anak-anak menjadi lebih baik” tutupnyam (MR-01)











Comment