by

Ini Penjelasan Kapolda Mengenai Warga Kariu Ditampung Sementara di Gereja

AMBON,MRNews.com,- Kapolda Maluku Irjen Pol Lotharia Latif menjelaskan, terkait penempatan 157 warga Kariu yang telah kembali ke Negeri, Senin (19/12), saat ini sementara ditampung di gedung Gereja Ebenhazer.

Sebab, lokasi sebelumnya yang disepakati yaitu gedung Sekolah Dasar (SD) tidak terlalu mencukupi.

“Ini kesepakatan bersama. Agar lebih amannya kita geser dan kita tampung di Gereja dimana juga sudah dibantu ada dapur umum dan sebagainya,” ujar Kapolda di Ambon, Kamis (22/12).

“Jadi jangan ada miss persepsi lagi bahwa ini seolah-olah diusir lagi lalu ditampung di Gereja, bukan. Tapi ini kesepakatan pemerintah untuk saudara-saudara kita bersama-sama bisa ada di Gereja dan sistem pengamanan kita TNI-Polri disana bisa lebih fokus, lebih dapat mengendalikan,” jelasnya.

Kapolda berterima kasih kepada Raja Negeri Pelauw dan Penjabat Negeri Kariu yang secara bersama mau berkomunikasi dan menghadapi semua permasalahan ini dengan hati dan kepala yang dingin.

“Pemerintah disini berdiri tidak hanya di salah satu sisi tetapi untuk semua kelompok baik itu mengakomodir keinginan saudara-saudara kita di Pelauw, dan juga mengakomodir saudara-saudara kita di Kariu. Negara hadir diatas semua warga,” tegasnya.

Kedua belah pihak, lanjut dia, telah ajukan semua persyaratan saat dilakukannya rekonsiliasi di kantor Gubernur Maluku November lalu. Persyaratan yang diajukan itu tentu akan dipenuhi pemerintah dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah dan Pemerintah Provinsi.

“Kita doakan semuanya berjalan aman dan lancar, tidak ada lagi persoalan-persoalan seperti ini. Saya punya komitmen dan Pangdam bahwa persoalan yang terjadi di Maluku ini tidak hanya Kariu dan Pelauw,” urai mantan Kapolda Nusa Tenggara Timur itu.

“Kita tahu bersama bahwa banyak persoalan yang hampir sama di Maluku yang nantinya secara bertahap kita juga akan lakukan pola dan role model yang sama seperti yang kita lakukan di Pelauw dan Kariu,” jelasnya.

Irjen Latif mengaku hingga saat ini, situasi dan kondisi di Kariu masih terpantau aman terkendali. Dan bila masih ada riak-riak maka tim akan turun untuk menerima apa yang menjadi tuntutan dan kembali menjelaskan kepada masyarakat.

“Jumlah personil pengamanan di Kariu ada sekitar 600 orang orang TNI-Polri dan Pemerintah Kabupaten. Saya kira ini jumlah yang cukup dan saya berharap kalau masih ada riak-riak, masih ada ketidakpuasan dari masyarakat jangan disikapi dengan reaktif dan provokatif juga,” harapnya.

“Memang saya ingin hadapi dengan sabar, kepala yang dingin. Serahkan kepada pemerintah, saya juga berharap semua tokoh khususnya tokoh agama bisa mewujudkan perdamaian yang permanen tidak hanya parsial,” pungkas Jenderal Bintang Dua itu. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed