by

IAKN Ambon Gelar Seminar Internasional, Hadirkan Pembicara dari Sejumlah Negara

AMBON,MRNews.com,- Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon dimotori program studi Pasca Sarjana menggelar international conference atau konferensi internasional bertemakan “religion, education and art ini digital era”, Kamis (24/11).

Seminar internasional yang berjalan dua (2) hari secar hybrid itu hadirkan narasumber dari berbagai negara seperti Prof. Chinnappan Baskar, M.Sc., Ph.D (Himalayiya University, India), Prof. Dr. Theol. Lee Hee Hak (Mokwon University, South Korea), Prof. Yudha Thianto, Ph.D (Calvin Theological Seminary, USA).

Assoc. Prof. Dr. A. Sunawary Long (Universiti Kebangsaan, Malaysia), Dr. Pearl Subban (Monas University), Assoc. Prof. Dr. Sirikorn Income (Lampang Rajabath , Thailand), Assoc. Prof. Dr. Pornsawan Maethong (Lampang Rajabath, Thailand) dan Teresa Doblinger, MA, MA (Independent Researcher, musician).

Sementara dua pembicara di Indonesia ialah Prof. Rene Lysloff, Ph.D (IAKN Ambon) dan Bondan Aji Manggala, S.Sn., M.Sn. (ISI Surakarta).

Usai membuka kegiatan, Direktur Pasca Sarjana IAKN Ambon, Dr A.Ch Kakiay, M.Si menyebut, tema religion, education and art diangkat pada seminar ini karena memang saat ini dihadapkan dalam situasi atau masalah keagamaan yang masih tetap cukup kompleks.

“Kita melihat pendidikan dan seni, musik terutama suatu jalan untuk membudayakan peradaban yang lebih baik. Dimana proses pendidikan di semua level membantu orang lebih berpikir kritis yang tidak saja secara intelektual tapi juga emosional, kecerdasan yang holistik dan spiritual,” jelasnya.

Bahkan tak hanya itu, masalah ekologi juga sebut Kakiay jadi atensi. Yang kemudian berada pada satu titik simpulan bahwa persoalan pendidikan, keagamaan dan seni saling bertaut. Dimana juga merupakan area studi di IAKN Ambon.

“Ini seri pertama. Nanti akan ada seri seminar internasional berikutnya. Kami sudah bangun kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi baik di Indonesia maupun luar negeri untuk menjadi internasional committee yang akan lakukan seminar internasional secara kontinu,” tandasnya.

Diharapkan lewat seminar internasional seri perdana ini bisa saling sharing pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh sesuai hasil penelitian di berbagai negara. Juga guna membekali dosen dan mahasiswa terkait isu-isu aktual mengenai agama, pendidikan dan seni di era digital.

Sementara itu, Ketua Panitia Seminar Internasional, Dr. Branckly Egberth Picanussa, M.Sn menjelaskan, di era teknologi yang serba maju, baik pendidikan, agama dan seni adalah hal penting yang harus diperhatikan.

“Karena masih Pandemi Covid-19, maka para narasumber tidak bisa hadir langsung, tapi sharing pengetahuan lewat virtual. Seminar initernasional ini juga libatkan dosen dan mahasiswa dari perguruan tinggi lain baik dari dalam maupun dari luar Maluku,” tukas Picanussa.

Dirinya berharap, konferensi internasional semakin marak di Maluku agar bisa bermanfaat bagi pengembangan ilmu agama, seni dan pendidikan di Indonesia dan dunia.

“Berbagai artikel dan hasil penelitian yang dipresentasikan, nanti akan juga diterbitkan dalam bentuk prosiding tapi diupayakan pula masuk/diterbitkan di internasional jurnal. Diharapkan pula hasil penelitian itu juga bisa bermanfaat di bidang pendidikan, agama dan seni,” pungkasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed