AMBON,MRNews.com,- Hingga kini, tercatat bahwa kartu identitas anak (KIA) sudah diterbitkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Ambon sebanyak 5.145 lembar, yang terbanyak untuk anak-anak pendidikan anak usia dini (PAUD). Progres penerbitan KIA itu berkat sistem jembut bola yang diberlakukan pada PAUD, sekolah dasar (SD) serta SMP, bahkan antusiasme masyarakat pun sangat tinggi untuk anak-anaknya mendapat KIA.
“Disdukcapil selama ini sudah melakukan jemput bola baik di PAUD, SD dan SMP untuk ikut berpartisipasi. Dan antusias daripada masyarakat khususnya memiliki KIA untuk anak-anak mereka sangat besar. Sistem jemput bola yang kita lakukan di bulan kemarin sampai masuk lebaran kita masih istirahat. Kita akan lanjut setelah bulan Juni ini. Jumlah 5.145 lembar KIA yang diterbitkan ini lebih banyak di kecamatan Sirimau,” ujar Kadis Dukcapil Kota Ambon, Marcella Haurissa kepada awak media di ruang kerjanya, Senin (24/6/19).
KIA secara nasional, sebutnya, otomatis berlaku sebagai pengganti KTP bagi anak-anak dan lebih banyak digunakan oleh anak-anak yang tamat dan mau pindah tingkatan dari SD ke SMP maupun SMP ke SMA. Sehingga harus diakui, banyak sekolah-sekolah yang sudah mewajibkan anak-anak memiliki KIA. Memang, sejauh ini secara langsung pihaknya belum turun ke sekolah-sekolah untuk memantau tapi faktanya bahwa setiap anak yang ingin masuk ke SMA, mereka urus KIA di Disdukcapil untuk menggantikan KK.
“KIA fungsinya banyak, sama dengan KTP. Misalnya, mau beli tiket pesawat/kapal, masuk sekolah, buka tabungan, sudah bisa dilakukan karena memiliki KIA. Hal lain juga, anak-anak yang lulus SMA mau melanjutkan keluar dan tidak memiliki KTP karena belum mencapai usia 17 tahun, maka KIA berfungsi. Mereka tidak perlu mengurus KTP. Setelah mereka 17 tahun, mereka hanya datang mengambil KTP. Kalau tidak ada perubahan pada foto KIA bisa foto secara langsung disini. Karena kita punya alat kamera tapi juga bisa menggunakan CD, atau flash,” tukas Haurissa.
Dari target 10 ribu penerbitan KIA di tahun ini tambah Haurissa, artinya ada progres signifikan mencapai 50 persen. Meski terkendala memang dengan mesin cetak khusus KIA, yang sebelumnya pencetakan menggunakan mesin e-KTP sehinngga bermasalah. Apalagi efektif proses penerbitan KIA berjalan 3 bulan pasca pencanangan dan karenya diupayakan target tersebut bisa terealisasi di akhir tahun 2019.
“Cukup meningkat signifikan. Kemarin kita punya target 10 ribu, karena baru jalan hampir 3 bulan efektif. Memang kita sudah pencanangan awal tahun, tapi kita terkendala dengan mesin cetak. Waktu pertama kita gunakan mesin cetak KTP dan itu sedikit masalah. Namun sekarang kita sudah memiliki mesin cetak khusus KIA, tintanya berbeda dengan KTP. Target tahun ini 10 ribu KIA tercetak. Untuk anak-anak di kota Ambon, bulan Juni ini sudah mencapai 50 persen. Dengan catatan itu dan semua pendekatan, kita optimis sampai akhir tahun bisa capai target 10 ribu. Ketentuannya, anak usia 5 tahun ke atas wajib memakai foto, dibawah 5 tahun tanpa foto,” kunci Haurissa. (MR-02)











Comment