by

HGN 2018, Mometum Peningkatan Kualitas dan Kompetensi Guru

AMBON,MRNews.com,- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, Muhadjir Effendy, mengatakan, melalui tema hari guru nasional (HGN) tahun 2018 yakni “Meningkatkan Profesionalisme Guru Menuju Pendidikan Abad XXI”, meninscayakan peningkatan profesionalisme guru.

“Terutama menyangkut sikap, mental dan komitmen para guru, untuk selalu meningkatkan kualitas agar memiliki kompetensi yang sesuai perkembangan zaman,” ujar Mendikbud dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Gubernur Maluku, Zeth Sahuburua saat menjadi Inspektur Upacara (Irup) pada upacara peringatan HGN dan HUT ke-47 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di lapangan El-Lodar, Kota Tual, Rabu (28/11/18).

Dia katakan, revolusi industri keempat yang sudah merambah ke semua sektor, harus disikapi dengan arif, karena telah mengubah peradaban manusia secara fundamental. Untuk itu, diperlukan guru yang profesional, mampu memanfaatkan kemajuan teknologi informasi supercepat, dengan meningkatkan kualitas proses belajar mengajar di setiap satuan pendidikan, guna mempersiapkan SDM yang unggul dengan kompetensi global.

Walau teknologi informasi berkembang sangat cepat, tetapi, menurut Muhadjir, sumber-sumber belajar begitu mudah diperoleh dan peran guru sebagai pendidik tidak tergantikan oleh kemajuan teknologi itu. Sebab tugas utama guru mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik. Oleh karena itu, profesi guru sangat lekat dengan integritas dan kepribadian. Guru tidak hanya bertugas untuk mentrasfer ilmu pengetahuan kepada peserta didiknya.

“Tugas guru sebagai pendidik, adalah menanamkan nilai-nilai dasar pengembangan karakter peserta didik, dalam kehidupannya, termasuk dalam pemanfaatan kemajuan teknologi informasi secara bijak serta sebagai inspirator bagi anak didiknya. Selanjutnya, guna perluasan akses, pemerataan mutu dan percepatan terwujudnya guru profesional, di tahun mendatang, Kemendikbud akan menerapkan kebijakan system Zonasi,” beber Menteri.

Kebijakan system Zonasi ini kata Muhadjir, diharapkan mempercepat pemerataan kualitas pendidikan di seluruh tanah air dan akan memudahkan penanganan dan pengelolaan guru, mulai dari distribusi, peningkatan kompetensi, pengembangan karir dan penyaluran bantuan penyelenggaraan berbagai kegiatan yang dilakukan guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah melalui kelompok/musyawarah kerja guru, kepala sekolah dan pengawas sekolah (KKG, MGMP, KKS, MKPS, KKPS atau MKPS).

“Dengan momentum HGN, dapat dijadikan semangat terus membangun peradaban bangsa, sehingga Indonesia menjadi bangsa berbudaya, cerdas, bermutu dan berkarakter serta mampu bersaing di kancah global. Bangsa ini menitipkan amanah bagi bapak-ibu guru untuk memelihara, mengembangkan jati diri dan membentuk karakter generasi penerus bangsa agar menjadi bangsa yang tangguh, mandiri, berdaya saing dan tolerans. Sungguh tugas amat berat bila dipikul sendiri. Mari bergandeng tangan tunaikan tugas mulia ini. Di pundak bapak-ibu guru, kami gantungkan masa depan bangsa ini,” tutup Muhadjir.

Turut hadir dalam upacara tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Saleh Thio, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara, beserta Kepala Sekolah se-Maluku. (MR-02/IH)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed