by

Gubernur Kukuhkan & Lepas Kontingen Pesparani Maluku

-Maluku-1,115 views

AMBON,MRNews.com,- Gubernur Maluku, Said Assagaff di lantai 5 Balai Rakyat DPRD Maluku, Selasa (9/10/18) secara resmi mengukuhkan dan melepaskan kontingen Pesparani Provinsi Maluku untuk mengikuti lomba pesta paduan suara gerejani (Pesparani) tingkat nasional I yang akan berlangsung di Kota Ambon, 27 Oktober-1 November 2018. Total jumlah personil kontingen Maluku yang dilepas berjumlah 230 orang, dengan mengikuti seluruh kategori yang dilombakan.

Pengukuhan dan pelepasan ditandai dengan penyerahan pataka dari Gubernur kepada Ketua DPRD Maluku, Edwin Huwae sebagai ketua tim kontingen Provinsi Maluku untuk Pesparani. Yang disaksikan Uskup Diosis Amboina, Mgr P.C Mandagi, pengurus LP3D Maluku, Forkopimda, pimpinan OPD Pemprov, tokoh agama dan undangan lainnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur menyatakan, momentum ini memiliki makna tersendiri bagi masyarakat Maluku. Karena pertama, Pesparani tingkat nasional pertama, Ambon-Maluku menjadi tuan dan nyonya rumah. Dalam konteks ini tentunya spirit selaku tuan dan nyonya rumah jauh lebih menantang dari tamu. Selain dapat memberi pelayanan secara optimal kepada tamu, tetapi juga harus mampu mengukir prestasi gemilang.

“Nama besar Maluku dalam pentas Pesparani nasional juga harus dapat mengukir prestasi seperti pelaksanaan Pesparawi tingkat nasional. Sehingga jangan pernah membuat saudara-saudara sekalian menjadi takabur atau kehilangan kendali dan menganggap kontingen lain lemah. Tetapi sejatinga milikilah mental juara. Mari berlomba dengan sporif, rendah hati dan ukirlah prestasi yang terbai,” tandas Assagaff.

Kedua ditekankan Assagaff, dalam sejarah perhelatan Pesparawi nasional, kontingen Maluku selalu diperhitungkan, karena sering menjadi langganan juara. Hal ini tidaklah berlebihan karena secara natural orang Maluku memiliki suara khas dan sangat musikalitas. Sehingga pada Pesparani nasional pertama ini diharapkan kontingen Maluku dapat mengukir prestasi terbaik.

“Saya perlu ingatkan, lomba banding nyanyi di Pesparani ini, bukan sekedar bernyanyi biasa, tetapi nyanyian untuk Tuhan, didalamnya terkandung nilai-nilai spiritual. Dimana orang-orang yang bernyanyi, mendengar dan menikmati tiap nyanyian, dapat meningkatkan kualitas keimanannya serta menjadi sumber kedamaian, kasih sayang, kebahagiaan, kebaikan, kesejahteraan bagi sesama sebagaimana yang telah diteladankan Yesus Kristus. Karena bernyanyi itu bahasa yang Tuhan berikan untuk mengekspresikan kerinduan, kesukacitaan dan rasa percaya diri kita kepada-Nya,” tukasnya.

Assagaff lantas mengajak semua elemen di Maluku untuk menjaga ketertiban dan keamanan selama proses Pesparani ini berlangsung. Serta bagi kontingen harus tetap menjaga kesehatan dan kebugaran. “Mari kita jadi tuan dan nyonya rumah yang terbaik. Mari kita bermazmur untuk Tuhan melalui Pesparani ini untuk mewujudkan visi pembangunan Maluku yaitu mantapnya pembangunan Maluku yang rukun, religius, damai, sejahtera, aman, berkualitas dan demokratis dijiwai semangat Siwalima berbasis Kepulauan secara berkelanjutan,” tutupnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed