by

Dukung Airlangga Hartarto Untuk Periode 2019-2024

AMBON,MRNews.com,- Partai Golkar kerap menampilkan langkah-langkah politik yang tak terduga. Dan inilah yang sementara ini terjadi di Partai Golkar. Hingga kini, tubuh internal Partai Golkar pasca rekapitulasi Pilpres dan Pileg 2019 masih menyisakan turbulensi politik yang begitu kuat. Jadilah kemudian partai berlambang pohon beringin ini tak menentu.

Salah satu wacana yang mengemuka di tubuh partai yang identik dengan warna kuning ini adalah soal kepemimpinan. Adalah Airlangga Hartarto yang sebagian kalangan menilai telah mengalami penurunan hasil perolehan suara.

Ridwan tak sejalan dengan pandangan para politisi senior Partai Golkar, yang telah memberikan penilaian sumir terhadap kepemimpinan Airlangga. Bagi Ridwan Rahman Marasabessy politisi Golkar Maluku, apa yang sementara ini berlangsung di tubuh partai berlambang beringin ini merupakan suatu terobosan yang spektakuler.

“Inilah dinamika politik, the real politics Golkar, ” ucap Wan, sapaan akrabnya kepada media ini di Ambon, Kamis (8/8/19).

Menurut Ridwan, yang juga dikenal sebagai politisi dan loyalis Golkar Maluku ini, apa yang dilakukan Airlangga Hartarto (AH) merupakan langkah yang patut diapresiasi. “AH menerima mandat di tengah gelombang besar yang menimpa partai dengan waktu yang demikian pendek, dua tahun. Tapi AH mampu menempatkan Partai Golkar pada posisi kedua. Bukankah ini merupakan suatu langkah spektakuler?” ucap Wan.

Ketum HMI Cabang Ambon 1993-1994 ini menyatakan bahwa, belum ada dalam catatan sejarah Partai Golkar yang dipimpin selama dua tahun, namun mampu keluar dari lilitan persoalan dan menempatkan diri pada urutan kedua. “Hanya AH, yang berhasil memainkan peran penting itu,” ujar mantan anggota DPRD Maluku itu.

Selama ini, lanjut Wan, bila internal Golkar mengalami turbulensi atau apapun persoalan internal, kerap memberikan pengaruh bagi peroleh hasil suara. Namun, fakta Pileg 2019, Golkar justru masih tegar pada puncak peroleh hasil walau urutan kedua. Jadi, apa yang telah dilakukan AH, walau dalam limit waktu yang terbatas, sebenarnya memperlihatkan bahwa kepemimpinan AH telah cukup andal dalam membawa Partai Golkar pada posisi yang membanggakan.

Dengan begitu, menurut Wan, AH harus didukung untuk periode kedua, karena telah menunjukkan kapasitas sebagai pemimpin yang mumpuni. Wan menambahkan, Partai Golkar memiliki pengalaman yang tak bisa diabaikan dalam mengelola konflik dalam tubuhnya. Pun hal yang sama dalam memilih pemimpin, Golkar memiliki mekanisme dan dinamika yang telah memiliki ideal type, di mana sejatinya menjadi model bagi kader Golkar untuk menentukan pemimpin.

“Bagi saya pribadi, Partai Golkar tidak hanya sekadar sebagai wadah mengelola potensi kader politik, tapi lebih dari itu, merupakan institusi pembelajaran dalam mengelola politik secara beretika.” demikian Wan. [MR-02]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed