AMBON,MRNews.Id.- Natal Keluarga Besar PDI Perjuangan Maluku digelar dengan tema, Allah hadir untuk menyelamatkan keluarga dan sub tema, Allah menolong PDI Perjuangan menang Pilpers dan Pemilu legislatif serta kepala daerah 2029 dan 2031 yang berlangsung di rumah dinas Ketua DPRD Maluku yang juga sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku, Selasa,(6/1/2026) penuh dengan rasa kekeluargaan antara sesama kader serta mereka yang tergabung dalam organisasi disabilitas.
Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku, Benhur George Watubun dan ibu Mutiara Watubun nampak menyambut tamu undangan yang hadir dengan penuh kasih .
Perayaan Natal Keluarga Besar PDI Perjuangan Maluku, dipimpin Pdt Ny Ruth Saiya/Rahabeat. Pujian umat, solois, Vg maupun puisi serta pembakaran lilin Natal yang diiringi instrumental, oleh Ketua DPD PDIP Maluku, Sekretrais DPD PDIP, Pdt Ny Ruth Saiya/Rahabeat serta perwakilan dari PDIP Maluku dan disabilitas.
Adapun pembacaan Alkitab yang menjadi dasar refleksi Natal, Lukas 2: 8-20 .
Dalam refleksi Natal, Pdt Ny Ruth Saiya mengatakan, perayaan Natal akan menjadi berita sukacita bagi keluarga besar PDIP. Sebab kabar sukacita menjadi suatu kebahagian bagi semua orang dalam tiap moment yang dimaknai dalam setiap kehidupan.
” Kebahagian adalah yang berkaitan dengan personal namun dalam bacaan kita tadi justru kebahagian bukan soal personal gembala namun menjadi kebahagian banyak orang. Kenapa kelahiran Yesus menjadi berita kebahagian ? Karena berkaitan dengan situasi politik saat itu, dimana setiap orang saat itu menginginkan kebahagian, karena ketidakadilan yang mereka rasakan,” ujar Saiya.
Dalam situasi berbangsa dan bernegara maka semua orang menginginkan kebahagian. Dimana Allah hadir dalam kemiskinan , Allah hadir di tengah rakyat jelata atau yang disebut bung Karno, Marhaen.
” Saya percaya kehadiran bapak, ibu sebagai keluarga besar PDIP turut hadir juga bagi kaum marhaen, sebagai penyalur sukacita dan kebahagian,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Maluku, Benhur George Watubun dalam sambutannya mengatakan jika secara khusus kediaman ketua DPRD Provinsi Maluku disiapkan untuk perayaan Natal keluarga besar PDIP Perjuangan.
” Keluarga besar itu bukan saja terdiri dari pengurus partai tapi juga seluruh keluarga besar dan family termasuk organisasi disabilatas dan panti asuhan. PDIP, mengintegrasikan tema Natal dalam konteks yang luas. Kenapa keluarga diselamatkan karena ada sebagian besar keluarga kita yang juga tercerai-berai karena masalah ketidakadilan, masalah bencana alam dan begitu banyak masalah lainnya,” urainya.
Karena itu menurur Watubun, perayaan Natal menjadi ajang mengenang spirit kebersamaan sebagai suatu keluarga besar.
Natal juga sebagai bentuk merefleksikan atau mengevaluasi kehidupan sepanjang tahun 2025 kemarin dan bagaimana melangkahkan kaki di tahun 2026.
“Perjuangan kita tidak saja bicara politik tapi kita bicara kemanusiaan dan kemanusiaan betul-betul harus memberi satu ganjaran bagi kita untuk lebih peka terhadap persoalan yang terjadi dalam lingkungan kita, baik rumah maupun lingkungan kerja bahkan lingkungan politik.
Kehadiran rekan-rekan disabilitas dan juga Panti Asuhan secara khusus karena PDIP adalah motor penggerak lahirnya Perda disabilitas di provinsi Maluku .
” Saya ingat persis di DPRD Maluku, saat kader kita, pak Samson Atapary menjadi ketua komisi IV maka disarankan untuk mempercepat Ranperda tetang Disabilitas agar tidak lagi ada kesenjangan , diskriminasi dan perlakuan-perlakuan yang tidak baik, karena adanya keterbatasan fisik” ujarnya.
Ini menandakan suasana kebatinan kekeluargaan yang kita alami dalam kehidupan menegaskan garis perjuangan-perjuangan tidak boleh surut. Kebaikan mesti terus-menerus dilakukan bagi semua insan manusia.
Suasana perayaan Natal berlangsung dengan sukacita dan diakhiri dengan pembagian 530 paket sembako bagi kader dan semua undangan yang hadir. (MR-01)











Comment