AMBON,MRNews.com,– Dinas Komunikasi dan Informatika (DisKominfo) bersama anggota Komisi I DPRD Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) Harley Hataul melakukan studi tiru di Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon guna percepatan transformasi digital bidang komunikasi dan informatika untuk peningkatan kualitas layanan publik.
Kadis Kominfo Malteng, Hengky Tomasoa memimpin rombongan yang diterima Asisten III Sekretaris Kota, Rina Purmiasa, Kepala Dinas Kominfo dan Persandian Kota Ambon, Joy Adriaansz dan Sekretaris Dinas, Ronald Lekransy di ruang rapat Command Center lt. IV Balaikota Ambon, Jumat (11/8).
Tomasoa mengakui, kunjungan ini adalah kedua kalinya dilakukan, sehingga pihaknya dapat belajar banyak dari Kominfo Kota Ambon, sebab sudah banyak inovasi yang dilakukan.
“Mimpi kami dapat mengikuti jejak Kominfo Kota Ambon, sehingga bisa maju dan berdampak positif bagi kemajuan Maluku,” ujarnya.
Ditambahkan, sekembalinya ke Malteng, ada beberapa hal prioritas yang akan dilakukan diantaranya penguatan Website Pemerintah daerah, serta membangun jaringan internet.
Sejalan dengan itu, Anggota Komisi I DPRD Malteng Harley Hataul, terkesan dengan Command Center kota Ambon, terutama dengan pemanfaatan CCTV.
“Hal itu sangat membantu dalam mengatasi masalah–masalah sosial, keamanan dan ketertiban, hingga antisipasi bencana. Kami janji akan dukung Diskominfo Malteng untuk memiliki fasilitas yang sama, melalui penambahan anggaran Dinas,” urainya.
Sebelumnya, Rulien Purmiasa katakan, Pemkot Ambon menyambut baik kegiatan ini untuk sharing pengetahuan, dan pengalaman dalam rangka percepatan transformasi digital serta penguatan kualitas layanan publik.
“Dengan transformasi digital dalam pelayanan publik maka akan ada harmonisasi hubungan antara pemerintah, pelaku bisnis, dan masyarakat serta menghilangkan saling curiga dari semua pihak dalam konsep membangun daerah,” ungkapnya.
Dijelaskan, dalam bidang pengelolaan informasi dan komunikasi publik saluran komunikasi milik pemerintah daerah yang digunakan yaitu melalui website resmi kota Ambon, serta media sosial, yakni Youtube, FB, IG,Twitter dan TikTok.
Pemkot Ambon melalui Diskominfo dan Persandian, lanjutnya, juga telah memanfaatkan Omnichanel yaitu sistem pengaduan terintegrasi dengan memanfaatkan saluran komunikasi modern untuk pelayanan pengaduan yang lebih efesien.
“Kami juga memiliki fasilitas Command Center yang terintegrasi untuk menyajikan data secara real time dan berfungsi sebagai Dashboard dalam pengambilan keputusan yang mencakup pemantauan 37 titik CCTV dan sejumlah aplikasi monitoring,” tandasnya.
Diharapkan, kegiatan studi tiru yang jadi wahana sharing pengetahuan antara Pemkot Ambon dan Pemkab Malteng, sehingga kedepan ada upaya untuk terus melakukan perbaikan sistem, peningkatan mutu, serta perbaikan di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi. (MR-02/MC)











Comment