AMBON,MRNews.com,- Sebagai wakil rakyat di parlemen, anggota DPRD Kota Ambon dilarang untuk malas berkantor dan bekerja, karena banyak kepentingan rakyat yang harus diresponi. Apalagi memasuki tahun politik Pemilu 2019. Para wakil rakyat pun diminta tidak mengabaikannya dan fokus pada tugas utama sebagai penyambung lidah rakyat serta tugas legislasi, budgeting dan monitoring.
“Memang beberapa hari terakhir ini, badan anggaran (Banggar) rapat pembahasan KUA-PPAS APBD 2019. Kalau anggota DPRD yang bukan Banggar pasti tidak hadir dalam pembahasan dan tidak ada di kantor. Namun harus lah berkantor dan menyesuaikan dengan agenda per komisi dan alat kelengkapan, tidak boleh malas. Terpenting adalah tugas utama mereka sebagai anggota DPRD tidak boleh diabaikan,” tandas Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD kota Ambon, Lucky Upulatu Nikijuluw kepada awak media di Balai Rakyat Belso, Rabu (14/11/18).
Bahwa anggota DPRD yang tidak terlihat aktivitasnya di gedung parlemen bukan berarti disinyalir malas. Namun memang kata Upulatu, DPRD sementara menunggu
rincian kerja anggaran (RKA) yang dibuat OPD Pemkot Ambon. Apalagi sampai sekarang belum ada agenda-agenda dalam rangka melihat kerja-kerja anggota DPRD.
Akan tetapi sesuai informasi dari pimpinan DPRD diakuinya, setelah rapat paripurna penyerahan Jumat nanti maka DPRD akan menggelar rapat membahas RKA berbasis komisi dan komisi III dalam rangka pembahasan anggaran, akan menunggu setelah diagendakan. Lagipula, BK juga telah mengantongi rincian daftar hadir anggota pada rapat-rapat komisi dan alat kelengkapan, sudah dikumpulkan.
“Kami meminta semua daftar hadir. Bahkan pimpinan DPRD sudah menyatakan anggota yang malas, tidak berangkat. Kemarin ketika keberangkatan Banggar ada satu anggota tidak ikut dan itu tegas, pa Mourits Tamaela, karena sakit. Sedangkan untuk identifikasi siapa anggota DPRD yang malas berkantor, selama ini nanti tunggu masa sidang ini selesai baru kita sampaikan. Paling satu atau dua orang saja karena persoalan internal, misalnya keluarga ada meninggal dan masih dalam keadaan duka, sakit. Tetapi tugas utama harus menjadi prioritas dan itu selalu disampaikan oleh BK,” papar politisi PDI Perjuangan yang juga Sekretaris Fraksi itu. (MR-02)











Comment