by

Diduga Oknum Polisi Rangkap Kontraktor, Kapolres SBT Mulai Lidik

AMBON,MRNews.- Kapolres Seram Bagian Timur (SBT),berjanji  akan melakukan penyelidikan terhadap dugaan kasus anggota Polres SBT yang diduga sedang menjabat sebagai kontraktor untuk mengelola sejumlah paket proyek bernilai jutaan rupiah di Kabupaten SBT.

Setelah informasi yang beredar di media bahwa ada anak buahnya yang merangkap kontraktor pada paket proyek di Kabupaten SBT,dia langsung cepat melakukan penyelidikan terkait informasi tersebut.

Orang nomor satu di Kantor Polisi Kabupaten SBT itu,ketika ditanyakan kebenaran informasi dimaksud,dirinya mengatakan masih dalam pengecekan apakah benar informasi tersebut dan kemudian masih  dalam penyelidikan anggota.

“Nanti saya cek kebenarannya dulu ya,terus informasi ini masih dalam penyelidikan anggota,”singkat Kapolres SBT, AKBP Sabinata,melalui pesan WhatsApp  membalas pesan Mimbar Rakyat,Kamis (8/11).

Sebelumnya dikabarkan,salah satu Anggota DPRD Kabupaten SBT dari Fraksi PDIP, Khalik Rumalowak kepada media ini. ada oknum anggota Polres SBT diduga  merangkap kontraktor, mengelola sejumlah paket proyek bernilai ratusan juta rupiah di daerah itu.

Salah satu proyek dikelola TS yakni Rumah Dinas (Rumdis) Camat Bula Barat yang dikerjakan dari tahun 2017, tapi baru tuntas 70 persen.

“Proyek rumdis ini belum selesai baru sekitar 70 persen. Ini khan lucu, uang lari kemana? ini bukan proyek multiyears dikerjakan bisa tiap tahun,” ujar Khalik Rumalowak, Rabu, kemarin.

Dirinya  mengungkapkan, proyek yang dikelola Bagian Umum Setda Kabupaten SBT itu berpotensi korupsi. Diduga Bagian Umum Setda melakukan dobel anggaran untuk Rumah Dinas Camat Bula untuk penyelesaian pekerjaan oleh TS.

Realita proyek ini jadi proyek lanjutan, karena  tidak selesai di tahun 2017, ketika TS meminjam bendera CV Seram Angkasa Timur untuk mengerjakan Rumah Dinas dengan nilai kontrak Rp.500.000.000 itu. Kini di tahun 2018, TS kembali mengerjakan pekerjaan yang sama tapi dengan bendera perusahaan lain, yakni CV Esiriun dengan direktur Moksen Musaad.

“Nanti kita lihat, mudah-mudahan proyek ini selesai, kalau tidak, Moksen Musaad jadi korban berikutnya dari TS, oknum Polisi merangkap kontraktor itu,”ulas Rumalowak.

Konon oknum Bripka TS adalah tim sukses Bupati SBT saat Pilkada lalu, alhasil dia mudah mendapatkan paket proyek. Tapi cilakanya, TS yang kerap meminjam bendera kontraktor lain, tak pernah tuntas menyelesaikan pekerjaan.

“Ujung-ujungnya, kontraktor asli yang jadi korban untuk menyelesaikan proyeknya. Oknum Polisi merangkap  kontraktor model begini yang kasih  ancur proyek di SBT,” ujarnya

Isu TS sudah sering meminjam bendera perusahaan dari kontraktor di Bula, untuk menangani proyek APBD bukan lagi rahasia publik. Sudah begitu pekerjaan sering mangkrak di tengah jalan, alias tidak selesai.

Tapi anehnya yang bersangkutan tetap saja memaksa diri jadi kontraktor.

“Buktinya ya Rumah Dinas Camat Bula itu,” beber Rumalowak.

(MR-03).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed