by

DESA BERSINAR (Bersih Narkoba)

-Opini-3,704 views

Oleh : Zunita Nurhais, S.Farm., Apt (Staf Pencegahan Bidang P2M BNNP Maluku)

AMBON,MRNews.com,- Di zaman serba canggih dan modern ini siapa yang tidak mengenal kata narkoba. Narkoba sendiri sudah tidak asing lagi di telinga kita, semua orang tau apa itu narkoba dan dampak yang ditimbulkan dari narkoba. Saat ini, jutaan orang telah terjerumus kedalam penyalahgunaan narkoba, ribuan nyawa melayang setiap harinya karena jeratan narkoba dan telah banyak keluarga yang hancur karena narkoba, serta tidak sedikit jumlah para pemuda penerus bangsa yang kehilangan masa depannya karena terperangkap kedalam obat haram tersebut.

Di Indonesia sendiri penyebaran narkoba telah menjadi “Darurat Narkoba” dan harus dicarikan jalan penyelesaiannya dengan segera. sangat banyak kasus yang telah ditimbulkan oleh narkoba baik materi maupun non materi serta kerugian yang sangat besar setiap tahunnya bagi Indonesia. Penyebaran narkoba di Indonesia yang setiap tahunnya semakin meningkat dipengaruhi oleh  jumlah populasi penduduk Indonesia yang besar. Indonesia menjadi salah satu pasar yang luar biasa menjanjikan bagi para mafia narkoba untuk memasukkan barang haram tersebut ke wilayah Nusantara.

Pengguna narkoba di Indonesia yang terbanyak dari tahun ke tahun masih di dominasi oleh pelajar/ pemuda, dalam hal ini mahasiswa dan anak-anak sekolah khususnya tingkat SMA dan SMP selain para pekerja yang dusah memiliki penghasilan.

Di wilayah Indonesia sendiri peredaran narkoba telah meneyabar sampai ke seluruh pelosok negeri. Sangat mudah untuk mendapatkan barang haram tersebut di wilayah-wilayah Indonesia. Desa sekarang menjadi isu sangat seksi, apalagi desa sudah mendapat kucuran dana untuk menggariahkan pembangunan. Namun sehebat apapun desa, kalau tercemar narkotika maka tidak akan ada artinya. Hampir 58 Kabupaten rawan konflik, menjadi celah masuknya pemasok narkoba.

Narkoba tak ubahnya mesin pembunuh massal, hampir 30- 50 jiwa meninggal setiap harinya. Warga desa juga perlu mendapat dukungan, berupa pelatihan, penyuluhan, edukasi tentang bahaya narkoba. Sekaligus bisa mengajak warga, agar lebih kreatif dan sadar terhadap produk unggulan yang ada desa tersebut. Sehingga bisa mewujudkan desa yang berketahanan, mencerminkan upaya perangkat desa (didukung warga) sekaligus dalam melakukan langkah pencegahan narkoba.

Tantangan dan ancaman bangsa Indonesia, terdiri dari ancaman eksternal dan internal. Ada satu tantangan, yang terjadi bisa dari eksternal atau internal yaitu serbuan narkoba (Proxy War). Bisa jadi, awalnya narkoba berasal dari luar desa. Kalau tidak segera diputus rantai, maka lama kelamaan akan mengakar di dalam desa. Desa termasuk rawan peredaran narkoba, apalagi desa di daerah pesisir yang memiliki pelabuhan tikus (pelabuhan darurat) menjadi pintu masuk narkoba.

Karena, ketika aset desa semakin bagus, maka biasanya (akan diikuti) jalur narkoba yang semakin terbuka. (Berdasarkan data KKP,  terdapat sekitar 25.224 desa ada di pesisir). Masyarakat sering takut untuk melaporkan hal tersebut yang menjadikan Bandar dan pengguna narkoba dengan bebas berkeliaran. Pada umummnya jika ada korban dulu, barulah pihak berwajib dan BNN (Badan Narkotika Nasional) dan BNNP (Badan Narkotika Nasional Provinsi). Program untuk aspek pencegahan narkoba seharusnya sudah diterapkan sejak dini, sejak TK dan SD.

Sebenarnya sangat mudah untuk memerangi narkoba yang telah merajalela di Indonesia ini. Salah satunya adalah dengan menyadarkan diri sendiri betapa sangat buruknya efek yang ditimbulkan akibat narkoba. Selain itu kita juga dapat mendekatkan diri dengan yang maha kuasa agar dijauhkan dari barang haram tersebut. Karena agama manapun tidak ada yang mengajarkan para penganutnya untuk merusak dirinya sendiri di masa depan.

Kita juga perlu memperkuat tiga pilar yaitu lurah, Bintara Pembina Desa (Babinsa), dan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) serta didukung Puskesmas. Kepala desa berkewajiban melakukan pembinaan terkait pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkoba (P4GN). Dana desa pun bisa disalurkan ke upaya itu dengan syarat dikelola sesuai aturan perundang-undangan.

P4GN bisa dilakukan oleh semua unsur yang ada di desa, dimulai dari PKK, RT/RW, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi pemuda dan lain-lain. Bentuk kampanye P4GN pun bisa dibuat berbeda pada setiap desa, menyesuaikan konten atau budaya lokal agar efektif. Kegiatan sosialisasi dan fasilitasi masif bahaya narkoba untuk masyarakat desa dan relawan antinarkoba di desa, menyediakan buku saku dan banner antinarkoba di ruang-ruang di desa, seperti kantor desa, pos kamling, dan lapangan olahraga.

Panduan Desa Bersinar, mencakup :Potensi desa dan prinsip pemberdayaan masyarakat dalam mewujudkan  Desa Bersih Narkoba; Kebijakan dan Strategi; Upaya-upaya mewujudkan Desa Bersih Narkoba; Fasilitasu pengorganisasian Desa Bersih Narkoba; Fasilitasi perencanaan dan penganggaran di desa; Monitoring, evaluasi dan pelaporan; Pembinaan.

Maka dari itu, peran pemerintah dan masyarakat sekitar sangatlah penting untuk memberantas narkoba di Indonesia ini. Bukan hanya pemerintah saja yang harus bekerja untuk memberantas obat haram itu tetapi peran kita sebagai masyarakat juga sangatlah penting. Masyarakat Indonesia hanyalah masyarakat yang tergiur mencoba barang haram tersebut tetapi akibatnya menimbulkan efek yang sangat fatal. (**)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed