by

BMW : Mahasiswa Unpatti Harus Berani Bermimpi Besar

AMBON,MRNews.Id.- Bung Michael Wattimena (BMW) sebagai alumni inspire Ekonomi Unpatti Ambon tahun 1993 hadir memberikan pengalaman sebagai seorang alumni di depan 1.700 calon wisuda-wisudawati Unpatti tahun 2026 di ruang Auditorium Unpatti,Ambon.

Wattimena tampil sebagai potret orang Maluku yang terus berinovasi, berkarya bagi Maluku . Karena itu dirinya menyebutkan jika suatu saat berhasil maka jangan lupa akarnya sebagai orang Maluku untuk terus berjuang .

Sebagai ketua alumni Fakultas Ekonomi, Wattimena menambahkan diperlukan
kontribusi nyata untuk melakukan yang terbaik bagi almamater, keluarga dan untuk Maluku. Karena itu, kemanapun melakukan pengabdian ingat Maluku.

” Saya di tahun 2009 menjadi anggota DPR RI sebagai anggota Komisi V dari daerah pemilihan Papua Barat yang turut berjuang untuk mendapatkan dan menyelesaikan Jembatan Merah Putih yang saat ini menjadi icon Kota Ambon,” ujarnya.

Sebagai putra Maluku Bung Michael Wattimena menerapkan motto dimanapun berada tetap mengingat akar sebagai orang Maluku. Tegal itu, untuk membangun masa depan maka mesti memperhatikan beberapa aspek diantaranya bertumbuh, meningkatkan kapasitas diri dan siap berkompetisi.

” Yang pertama kita harus menjaga integritas dan etos kerja sehingga bisa mengelola potensi yang berdampak bagi orang banyak, ” tegasnya.

Maluku saat ini, dimana sementara mempersiapkan Blok Masela dengan nilai investasi sekitar Rp 400 Triliun, maka akan sangat membutuhkan sumber daya manusia . Sebagai lulusan Unpatti apakah akan menjadi penonton atau terlibat dalam proyek abadi kilang minyak.

” Kita akan berkompetisi karena itu harus berani berjuang dengan memberikan yang terbaik sehingga siap untuk masuk di dunia kerja terutama mengantisipasi kebutuhan tenaga kerja di Blok Masela,” jelasnya.

Sebagai seorang alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unpatti yang kini menjabat sebagai Komisaris Internasional Pertamina Shipping dan Staf Ahli Menteri ESDM RI itu dirinya memberikan motivasi bagi mahasiswa untuk punya mimpi besar.

“Untuk berkompetisi kita harus punya mimpi yang besar. Jangan menyerah untuk membatasi masa depan hanya karena keadaan hari ini,” imbuhnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed