AMBON,MRNews.com,- Penjabat Walikota Ambon Bodewin Wattimena berterima kasih dan memberi apresiasi atas gelaran kegiatan mini Expo Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon tahun 2023.
Pasalnya kegiatan tersebut sangat membantu Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon di sektor pendidikan. Sebagai ruang kepada para pelajar dan generasi muda di kota ini mengenal lebih jauh tentang IAKN Ambon, baik Prodi dan keunggulannya.
“Karena istilah tak kenal maka tak sayang. Kita mau kuliah, harus kenal baik. Warga Ambon harus datang, ini kegiatan yang positif. Lewat expo ini dan sosialisasi yang menggambarkan secara utuh kampus IAKN,” jelas Wattimena saat membuka Expo tersebut di Tribun Lapangan Merdeka, Kamis (16/2).
Keberadaan IAKN Ambon tidak asing. Sebab kampus ini sejak masih menjadi Sekolah Tinggi, telah bersinergi, bekerjasama dan berkolaborasi dengan Pemkot dan masyarakat, guna membangun sumberdaya manusia berkualitas di bidang pendidikan, budaya, musik dan sebagainya.
“Bahkan para dosen, alumni dan mahasiswa selalu berpartisipasi aktif dalam berbagai program dan kegiatan Pemkot. Maka kami berterimakasih dan apresiasi Rektor dan Civitas Akademika yang telah memberi ruang bagi para pelajar di kota ini untuk mengenal lebih jauh tentang IAKN Ambon,” tandasnya.
Apalagi selain mengenalkan tentang IAKN Ambon di Expo tetapi diakuinya, akan dibarengi pula live music sebagai bentuk dukungan IAKN akan brand Ambon sebagai UNESCO City of World Music. Bukan sekali ini, tapi termasuk lewat IAKN Symphony Orchestra yang sering dipercaya.
“Pemkot sementara berupaya membangun ekosistem ekonomi kreatif di Kota Ambon. Kita lihat dimana-mana ada kelompok musik Ukulele. Ini bagian kecil dari upaya kami untuk memberi bukti ke publik bahwa Ambon layak disebut Kota Musik, selain industri kreatif lain, banyak,” jelasnya.

Dalam kepentingan membangun ekosistem kreatif itu, Pemkot kata dia, membutuhkan dukungan dari seluruh pihak di kota untuk bersama-sama melakukan semua upaya, termasuk IAKN. Yang dengan sumberdaya mereka, Pemkot optimis Ambon memang pantas dijuluki Kota Musik.
“Karena ada perguruan tinggi dan kelompok masyarakat yang terus mendukung itu. Dan kita optimis seperti Presiden Joko Widodo katakan, bahwa Kota/Kabupaten di Indonesia mesti memiliki satu ciri khas yang jadi brand. Dengan kearifan lokal, kita bisa menunjukkan bahwa ini ciri Kota Ambon,” urainya.
Lebih lanjut dia berharap, kegiatan ini akan mendapat antusias pelajar SMA/SMK yang bersiap ke Perguruan Tinggi dan warga Ambon, sehingga target jumlah mahasiswa baru di 2023 bisa terwujud, dalam upaya menyiapkan generasi unggul masa depan
bangsa dan daerah.
Sementara, Rektor IAKN Ambon, Prof Dr Yance Z Rumahuru, MA katakan, Expo 2023 ini terutama untuk masyarakat kota Ambon lebih mengenal IAKN Ambon. Karena dalam survey internal yang dilakukan, masyarakat masih belum mengetahui dengan baik IAKN, tapi masih familiar dengan STAKPN.
“Bahkan mereka juga belum tahu kalau ada Prodi umum atau baru yang itu sebetulnya kami memotong mata rantai untuk calon mahasiswa atau anak-anak Maluku berstudi diluar daerah. Misalnya Pariwisata Budaya. Lalu nanti kami akan buka Prodi lain yang juga setelah disurvei itu menjadi kebutuhan masyarakat Maluku,” jelas Rumahuru.
Ditambahkan, Expo menyasar siswa SMA-SMK di Ambon dan Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) yang telah disurati dan juga bagi masyarakat bisa datang dan tahu soal IAKN, dengan perkiraan mencapai 2000 orang selama 3 hari hingga 18 Februari. (MR-02)











Comment