AMBON,MRNews.com,- Niat hati ingin berwisata ke pantai Negeri Hukurila Kecamatan Leitimur Selatan (Leitisel), namun apa daya kejadian naas malah menimpa Dekan Fakultas ISIP Yunus Kwelju (55) dan puluhan mahasiswa Fakultas Kesehatan UKIM, Minggu (21/5).
Mobil Angkutan Kota (Angkot) jurusan Kudamati bernopol DE 1608 AU yang ditumpangi mereka terbalik di ruas jalan utama turunan tanjakan Tugu Selamat Datang Negeri Hukurila.
Kejadian itu pun mengakibatkan salah satu mahasiswa, Sofia Samloy (19) meninggal dunia. Sementara dekan dan mahasiswa lainnya selamat, namun alami luka-luka sedang hingga berat.
Menariknya, Angkot tersebut dikemudikan juga mahasiswa UKIM, Filip Israel Imlabla (22), warga Latuhalat Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon.
Jems Samloy (20), mahasiswa yang ikut dalam Angkot itu katakan, awalnya dia bersama teman-teman dan dekan ingin ke Pantai Hukurila melewati ruas Jalan Jalur Batumeja Kecamatan Sirimau untuk refreshing setelah selesai ujian semester. Mobil sebenarnya tak kuat menaiki tanjakan namun dipaksa terus jalan.
Setiba di Tanjakan Tugu Selamat Datang Negeri Hukurila, korban yang saat itu duduk di dekat sopir katakan bahwa “Ada Asap dari bawah mobil itu, tolong berhenti lalu cek dulu”. Ungkapan Samloy disambut jawaban “Tidak apa-apa” dari sopir.
“Tetiba mobil melaju dan tidak bisa berhenti. Sopir membelokan mobil dengan cepat sehingga oleng dan terbalik. Korban SM saat itu terlihat tertindis mobil,” urai Ps Kasi Humas Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease Iptu Jane Luhukay menirukan cerita saksi.
Sejumlah mahasiswa yang selamat kemudian kata dia, berteriak meminta pertolongan dari masyarakat setempat untuk mengevakuasi korban dan penumpang lainnya.
“Saat dievakuasi ke RS Otto Kuyk Passo, saksi melihat korban SM sudah tidak sadarkan diri dan mengeluarkan buih busa pada mulut,” jelas Luhukay.
Sopir sekaligus mahasiswa, Filip Imlabla (22) mengaku, ketika mobil sampai di Turunan tanjakan Tugu Selamat datang di Negeri Hukurila, dia sampaikan ke Dekan yang duduk di kursi bagian depan “Pak, rem mobil kayaknya kurang bagus”. Lalu Dekan tetiba menarik Hand Rem yang membuat mobil melaju dan oleng.
“Saya berusaha mengendalikan mobil, namun sulit sehingga terbalik di turunan Tugu tersebut,” jelas Imlabla yang alami patah di bagian pergelangan bahu.
Seluruh korban termasuk Dekan sebutnya, dievakuasi warga ke RS. Rawat Inap Hutumuri dengan mobil penumpang jurusan Tuni DE 1505 LU. Sedangkan korban yang luka serius, Imanuel Ranolat dan SM dievakuasi ke RS Otto Kwik Passo Kecamatan Baguala.
“Setelah dilakukan tindakan medis oleh pihak rumah sakit, tak lama kemudian korban sudah tidak bernyawa lagi karena alami benturan di bagian kepala dan luka di bibir.
Sementara mobil rusak berat di bagian
bemper depan kanan, kaca mobil depan dan belakang pecah, lampu sein belakang sebelah kiri pecah dan ban mobil bagian kanan belakang pecah. (MR-02)











Comment