Oleh : Tim Periset Politeknik Negeri Ambon .
(Ketua: Sally P Sandanafu.,SE.MSi.,Akt)
AMBON, MRNews.Id.- Pembangunan blok Masela yang masih dalam proses sampai saat ini menunjukan ada beberapa aspek penting yang masih harus menjadi prioritas pemerintah daerah, stakeholders dan desa-desa yang terkena dampak mega proyek tersebut.
Fenomena ini merupakan isu penelitian yg dilakukan oleh tim periset Politeknik Negeri Ambon yang diketuai oleh : Sally P Sandanafu.,SE.MSi.,Akt.
Dalam riset tersebut peneliti menitikberatkan pada faktor-faktor kualitatif dengan mempertimbangkan sebab akibat dari pembangunan mega proyek Blok Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT)- Provinsi Maluku.
Adapun yang menjadi lokasi riset yakni Dua desa yang terkena dampak yakni Desa Lermatang dan Desa Latdalam.
Penelitian dengan metode survey dan wawancara dilakukan guna mendapatkan informasi terbaru bagaimana pemerintahan Dua desa ini menyikapi pembangunan berdasarkan metode riset yang disebut PESTLE yang menekankan pada aspek politik, economy, social, technology, legal (hukum) dan environment (lingkungan).
Riset ini melibatkan informan yakni kepala Desa Latdalam dan Lermatang, BPD dan tokoh pemuda serta informan kunci yakni direktur PT Maluku Energy Abadi (PT.MEA) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang ditunjuk pemerintah daerah Maluku dalam hal pembagian Participating Interest (PI) dari Blok Masela dimana PI ditetapkan sebesar 10 persen yang akan dibagikan kepada desa-desa yang terkena dampak di (Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar) dan pemerintah daerah Maluku.
Menurut hasil wawancara dengan direktur PT.MEA bahwasanya seirama dengan informan lain di Dua desa tersebut faktor terpenting yang harus diperhatikan terhadap pembangunan Blok Masela adalah faktor Lingkungan sehingga berdasarkan hasil wawancara tersebut dapat disimpulkan bahwa :
1. Pengembangan proyek Blok Masela akan berdampak pada kehidupan masyarakat Dua desa yang terdampak dalam penelitian yakni Desa Lermatang dan Desa Latdalam. Sehingga perlu kesiapan dalam menghadapi perubahan dari semua aspek kehidupan yang digambarkan dalam indikator metode pestle.
2. Faktor terpenting diantara keenam aspek tersebut berdasarkan hasil wawancara semua informan yakni faktor Lingkungan yang membutuhkan perhatian dari semua stakeholder.
3. Nilai investasi Blok Masela diprediksikan akan terus meningkat dikarenakan kebutuhan Lingkungan sekitar dan nilai keekonomian tersebut secara rinci telah didata dalam plan of development PT INPEX.
4. Dinamika penyertaan modal PI 10 persen masih menjadi perdebatan dimana warga menginginkan ganti untung lahan sebesar 14 persen namun sesuai aturan dan Perda bahwasanya PI telah diatur dan disetujui oleh DPRD dan pemerintah daerah Maluku sebesar 10 persen yang nantinya secara internal akan dibagi lagi dengan pihak pemerintah Provinsi Maluku, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Kabupaten Maluku Barat Daya dan 9 Kabupaten/kota lainnya.
Peneitian ini diharapkan memberikan kontribusi positif dan rekomendasi bagi Pemda dalam upaya memajukan masyarakat desa di Kabupaten Kepulauqn Tanimbar yang terkena dampak mega proyek Masela dan menjadi kosentrasi Pemda mengingat Blok Masela menyumbang devisa yg sangat besar bagi Pemda dan juga Bangsa Indonesia. (**)











Comment