AMBON,MRNews.com,- Guna mengatasi masalah gagal tumbuh kembang anak atau stunting di Kota Ambon, berbagai upaya dilakukan. Terkini, program “Dahsat” (Dapur Sehat Atasi Stunting) pun diluncurkan bersamaan Diskusi Asik Pendidikan Kependudukan (Dakdikduk), Rabu (2/3).
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Ambon Welly Patty katakan, Ambon menjadi kota/kabupaten ketiga di Indonesia yang luncurkan “Dahsat”. Ambon sendiri sudah mulai merencanakan penurunan stunting di tahun 2022 pada 50 desa/kelurahan.
“Ini sebenarnya makanan tambahan untuk bayi. Tapi kita namakan Dahsat. Maka warga yang punya usaha bisa bantu keluarga yang anaknya alami gangguan stunting. Bukan makanan instan tapi pangan lokal sehat dan bergizi seperti bubur labu, bubur campur sayuran dibuat sebagai asupan gizi buat anak stunting,” jelas Welly.
Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon Agus Ririmasse saat melaunching “Dahsat” tegaskan, anak dalam 1000 hari pertama kehidupan yakni sejak masih janin hingga usia sekitar 2 tahun perlu mendapat nutrisi yang diperlukan. Sebab anak harta terindah dari Tuhan maka harus diperhatian khusus.
“Ketika bayi berada dikandungan ibu, sudah harus mendapat perhatian serius, dengan asupan makanan yang sehat dan bergizi berimbang, juga minuman kaya vitamin dan mineral. Ini salah satu hal penting dilakukan mencegah Stunting,” ujarnya di gedung PTKKI Kelurahan Kudamati.

Untuk Kota Ambon sendiri pada tahun 2021 lalu, kata Ririmasse, telah ditetapkan 12 lokus stunting yang ada di 4 kecamatan, namun di tahun 2022, meningkat menjadi 38 lokus di 5 Kecamatan.
“Semua lokus ini akan terus kita pantau perkembangannya dalam upaya percepat penurunan stunting sehingga komitmen pada tahun 2024 angka stunting bisa ditekan hingga 14 persen dapat terwujud,” tandasnya.
Kepala Perwakilan BKKBN Maluku, Charles Brabar menyatakan, program Dahsat ini akan dipromosikan ke Kabupaten/Kota lain, sebab di Maluku baru kota Ambon yang launching. Maka apresiasi bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon yang bergerak cepat dengan launching “Dahsat”.
“Dahsat ini inovasi BKKBN, implementasi Perpres percepatan penanggulangan stunting di Indonesia. Kita berharap lewat Dahsat bisa memaksimalkan pangan lokal serta memastikan asupan gizi baik bagi anak-anak kita. Karena Maluku masih ada diangka 28 persen angka stunting. Semua pihak perlu berkolaborasi,” terang Brabar.
Sementara, Mama Parenting yang juga ketua tim penggerak PKK Kota Ambon, Debby Louhenapessy mengaku dipilihnya kelurahan Kudamati untuk titik launching “Dahsat” selain merupakan kampung keluarga berkualitas tetapi karena adanya 32 orang anak-anak masalah stunting.
Diharapkan, tidak hanya sekedar launching tapi isinya dilakukan untuk pemberdayaan masyarakat guna mengatasi masalah stunting khususnya di Kelurahan Kudamati dan Ambon pada umumnya, sebab Dahsat ini berbasis masyarakat khusus keluarga stunting.
“Anak ini masa depan kita maka mereka harus diberi asupan gizi terbaik; ikan, sayur dan pangan lokal yang seimbang, aman dan sehat. Stunting bukan masalah keturunan tapi bisa terjadi disemua keluarga. Maka perlu ada langkah pencegahan. Semoga lewat program ini angka stunting kita terus turun,” pungkasnya. (MR-02)









Comment