AMBON,MRNews.com,- Rencana ratusan pemuda-pemudi yang tergabung dalam empat (4) negeri Gandong yakni Booi, Aboru, Kariu dan Hualoy (BAKH) untuk bertemu langsung Kapolda Maluku Irjen Pol Lotharia Latif sirna.
Kurang lebih satu jam orasi yang digawangi Komarudin Tubaka di depan Mapolda Maluku, Rabu (9/2), Kapolda tak kunjung datang temui pendemo, sesuai permintaan.
Sebab Jenderal Bintang Dua itu ternyata sudah punya agenda lain lebih awal. Terlihat hanya puluhan personil Polri yang membentuk pagar pembatas didepan pagar Mapolda.
Sembari mobil Wakapolda Brigjen Pol Jan de Fretes, Irwasda Maluku keluar tinggalkan Mapolda. Disaat yang sama, negosiasi alot dilakukan dengan hanya meminta lima utusan pendemo masuk.
Kesepakatan tak tercapai. Empat Gandong itu pun batal sampaikan aspirasi atau tuntutan soal bentrok Desa Kariu-Pelauw & Ory, karena yang dikirim adalah utusan yaitu Karo Ops Kombes Pol Asep dan Kabid Humas Kombes Pol M Rum Ohoirat, bukan Kapolda langsung.
Rum beralibi, Kapolda, Wakapolda kebetulan ada agenda yang sudah disetting sebelumnya, sehingga diperintahkanlah Karo Ops, dirinya, Dir Samapta, Dirkrimum, Kapolresta Pulau Ambon dan Pp Lease untuk terima pendemo.
“Mereka tidak mau ditemui pejabat utama Polda. Sudah negosiasi untuk lima perwakilan, tapi mereka tetap tidak mau, kami tidak ingin paksakan,” tandas Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rum Ohoirat.

Alasan ketidakhadiran Kapolda Maluku pun dinilai pendemo sebagai orang yang “tak bernyali”, karena yang bersangkutan memang lamban dan telah gagal sedari awal dalam mencegah terjadinya konflik di Kariu dengan Pelauw-Ory.
“Penyerangan dan pembakaran Negeri Kariu adalah kejahatan kemanusiaan yang tidak bisa ditolerir oleh hukum, agama dan secara kemanusiaan. Pembakaran Negeri Kariu itu by desain untuk menghilangkan etnis Leamony Kamasune dari tanah Haruku. Ini kedua kalinya,” tandas Tubaka dalam orasinya.
Selain itu, dalam berbagai pamflet yang dibawa, mereka juga menyebut “Kapolda penyebar hoax”, “copot Kapolda Maluku penyebar hoax”, “keadilan hanya bagi para investor”, “hak-hak kami telah diperkosa”.
“Kami minta Kapolda segera tangkap pelaku pembacokan warga Kariu, penyerangan dan pembakaran, bersama TNI bangun pos permanen di perbatasan negeri Kariu agar keamanan terjamin, segera kembalikan warga Kariu kembali ke negerinya dan bangun kembali rumah warga Kariu yang dibakar,” pungkasnya.
Sebelumnya, pemuda-pemudi empat Gandong itu juga telah mendatangi kantor Gubernur Maluku, setelah long march dari Pattimura Park. Sayang, Gubernur dan Wakil Gubernur tidak ada dan temui mereka. Aspirasi pun batal disampaikan. (MR-02)











Comment