AMBON,MRNews.com,- Kegiatan Amboina Farmers Market (AFM) atau pasar petani Ambon yang diinisiasi oleh akademisi, praktisi, LSM dan komunitas yang tergerak lantaran melihat susahnya pasar untuk produk sayuran organik dan hidroponik di Ambon, dipastikan masuk kalender of event pariwisata Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon tahun 2019 ini. Hal tersebut diakui Kepala Dinas Pariwisata Kota Ambon, Rico Hayat kepada Mimbarrakyatnews.com melalui sambungan seluler, Jumat (25/1/19).
“Iya, Amboina Farmers Market sudah resmi masuk agenda atau kalender of event dinas pariwisata Kota Ambon tahun 2019 ini. Sudah ada agendanya. Nanti cek di dinas saja, sudah diagendakan tiap awal bulan,” terangnya.
Bentuk supporting pemerintah kata Rico, dalam bentuk menyediakan lokasi tetapi juga panggung musik. Karena prinsipnya, dapat mempertemukan orang dalam jumlah yang banyak disitu dari berbagai macam komunitas. Otomatis dinas pariwisata mensupport dengan musik, juga sebagai wujud mendukung Ambon sebagai kota musik dunia.
“Itu saja. Kerjasama dengan pemerintah. Jadi katong menyediakan fasilitas musik. Setiap bulan di minggu pertama itu ada kegiatan AFM dan panggung musik. Sebab positif sekali, selain memasarkan produk petani yang sehat dan hieginis dan berbagai kreatifitas masyarakat lainnya, tetapi ada perjumpaan masyarakat yang saling berinteraksi mendukung pasaran dari petani serta potensi kreatif, tetapi juga upaya kita mendukung Ambon sebagai kota musik dunia dengan adanya panggung musik setiap bulan,” papar Rico.
Terpisah, Marketing Media dan Publication AFM, Weldemina Parera bersyukur, karena pelaksanaan AFM yang kedua kali pada 25 Januari 2019 ini tetap mendapat support dari Pemkot Ambon. Apalagi, AFM akan menjadi agenda tetap Pemkot Ambon, dengan panggung musik sebagai khas Kota Ambon selaku calon kota musik dunia. Dimana nantinya untuk bulan depan, akan dilakukan pada 8 Februari 2019. Harapannya, event ini terus mendapat dukungan pemerintah, karena tim tidak bisa berjalan sendiri.
“Ada hal baru tiap AFM, bulan depan juga sehingga orang tidak bosan. Namanya saja pasar kreatif. Namun, promosi memang harus terus ditingkatkan supaya banyak orang tahu dan berkunjung. Januari ini dibuat akhir bulan tapi kita tidak pesimis, karena katong percaya sayur organik makin diburu. Buktinya habis. Kedepan, kita ada kreasi baru. Harapannya saat orang belanja, tidak lagi pakai kantong plastik tapi sudah ada goddy bag khusus, sehingga juga mengurangi pemakaian plastik, demikian pula air minum serba hiegines, bukan lagi plastik. Namun, untuk pengembangan kedepan itu, butuh proses,” sebut Parera.
Untuk AFM kali kedua, tambahnya, lebih didominasi sayur-sayuran organik dan hidroponik, karena itu icon dari AFM. Selain petani sayuran, ada dari komunitas Aceh yang menjual makanan, ada komunitas ekonomi kreatif limbah yang didaur ulang dari Eco Beta dan Green Mollucas, beragam tanaman hias, juga beberapa ibu-ibu yang memanfaatkan kerajinan atau handyraft dari kerang-kerang, dari BBPPTP Passo yang menjual berbagai produk olahan pala organik, ada Wine Pala dan lain-lain yang baru diperkenalkan, juga stand khusus pemeriksaan kesehatan dari Dinkes dan fakultas kedokteran Unpatti. (MR-02)







Comment