ADAUT,MRNews.Id.- Pelaksanaan kegiatan pelatihan penggunaan website bagi masyarakat local desa Adaut merupakan salah satu dari beberapa rangkaian kegiatan yang diusung dalam riset tim Berdikari Politeknik negeri Ambon yang didanai oleh LPDP Kemenkeu RI.
Kegiatan ini dimaksud agar masyarakat lebih paham langkah-langkah dalam mengakses website yang merupakan luaran dari riset yang dilakukan tim.Selain itu riset ini dapat dimanfaatkan masyarakat bukan hanya sesaat saja tapi memiliki kebermanfaatan dan dampak jangka panjang bagi desa Adaut, pulau Selaru.
Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh perangkat desa, UMKM,BPD dan BumDes Adaut. Selain melakukan kegiatan pelatihan, tim juga menyerahkan peralatan pendukung website kepada pemerintah desa berupa 1 unit PC dan 1 unit Starlink serta 1 unit Etalase untuk pajangan produk-produk UMKM desa Adaut seperti kain tenun,tas tenun,beragam kuliner khas dan sebagainya.
Penyerahan ditandai dengan penendatanganan BAP oleh Pemdes dan Pihak Politeknik negeri Ambon. Pelatihan dan penyerahan produk pendukung riset tersebut diharapkan mampu menggeliatkan animo masyarakat untuk dapat memasarkan dan mempromosikan produk wisata mereka ke website dan tentunya produk UMKM masyarakat Adaut.
Riset ini juga telah membentuk sebuah system informasi terintegrasi desa dengan adanya ruangan pusat informasi desa dimana baik masyarakat local maupun diluar desa Adaut yang datang mengunjungi desa, bisa langsung menanyakan semua hal terkait potensi2 desa dan pusat informasi desa berperan memberikan informasi lengkap dengan mengakses website wisata dan UMKM desa.
Selain itu pengunjung bisa langsung mengorder pesanan berupa paket wisata dan produk UMKM langsung melalui website yang akan dipandu oleh operator desa. Kegiatan pelatihan website wisata dan UMKM desa Adaut ini telah memotivasi masyarakat untuk lebih berkarya dan berkreasi terhadap potensi desa yang dimiliki karena wadah berupa website telah tersedia dimana mereka bisa langsung menjual dan memajang produk mereka melalui website selain promosi pada media social masing-masing.
Dari Hasil pelatihan,beberapa minggu kemudian tim juga kembali melakukan monitoring dan evaluasi terhadap penggunaan website dan juga implementasi model bisnis yang dirancang tim khususnya untuk bisnis Tenun di desa Adaut.
Hasil monitoring dan evaluasi menunjukan hasil yang baik dimana penenun mulai bertambah bukan saja dari kalangan orangtua namun terjadi penambahan dari koum pemuda dan pelajar yang mulai tertarik mempelajari bisnis ini.
Produk yang dihasilkan sudah mulai variatif bukan Cuma kain saja tetapi tas,tempat tisu dan sebagainya. Kendala yang dihadapi UMKM tenun Adaut yakni persaingan yang cukup ketat dikarenakan hampir semua desa di kepulauan Selaru memiliki jenis bisnis tenun dan juga mereka masih membutuhkan pendampingan baik dari Pemda maupun dari desain tenun lain agar produk tenun yang dihasilkan tetap eksis dalam industry dan dilirik.
Kompetensi berupa pelatihan-pelatihan peningkatan skill manajemen bisnis juga sangat diharapkan masyarakat desa Adaut dalam menjalankan bisnis wisata yang terbilang baru untuk dipromosikan yakni promosi budaya Tnyafar TORIMTUBUN SILAE (TTS) Weimatan desa Adaut yang notabene mebutuhkan skil SDM yang cukup dalam menjalankan bisnis wisata ini.
Antusiasme komunitas TNYAFAR TTS sangat tinggi dan terlihat dari bagaimana mereka merawat pantai dan pulau-pulau disekitarnya yang sangat alami serta tetap mempertahankan budaya Tnyafar dengan adanya rumah tinggal dari daun kelapa yang unik.
Tenun yang dihasilkan juga telah memiliki pasar sampai ke Eropa dan Australia karena kedua Negara ini memiliki kedekatan dengan desa yakni kekerabatan dengan Belanda dan merupakan desa perbatasan dengan Australia.
Kondisi ini mempermudah mereka untuk dapat dikenal dengan produk tenunnya ditambah lagi wisatawan mancanegara bisa mengaksesnya melalui website wisata dan tenun desa Adaut.
Pelaksanaan pelatihan dan monev terhadap implementasi website wisata dan UMKM desa Adaut serta model bisnis yang dihasilkan dari riset tim berdikari LPDP POLNAM diharapkan memberikan nilai tambah ekonomi bagi desa dan masyarakat serta menjadikan desa Adaut sebagai Role model desa digital pertama di kepulauan Selaru. (**).











Comment