AMBON,MRNews.com,- Guna memantapkan diri bertransformasi menuju Universitas Kristen Negeri (UKN) di tahun 2024 dan untuk tujuan akreditasi, Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon telah jajaki kerjasama internasional dengan berbagai universitas ternama di sejumlah negara.
Rektor IAKN Ambon Prof. Dr. Jance. Z. Rumahuru, MA menyebut, IAKN Ambon lewat relasi yang dimiliki, telah membangun kerjasama internasional bahkan ada yang langsung sudah dalam bentuk aksi diantaranya dengan Universitas Kebangsaan Malaysia.
Kemudian dilakukan perpanjangan memorandum of understanding (MoU) sekaligus penandatanganan ministry of education (MoE) dengan Mokwon University-Korea untuk program studi (Prodi) baru yaitu sistem informasi.
Sebab diakui Mokwon University punya kekuatan di sistem informasi, IT dan musik. Sehingga sangat tepat apa yang telah ditempuh dalam pengembangan Prodi baru di IAKN Ambon kedepannya.
“Dalam tuntutan akreditasi, yang ternyata memerlukan beberapa hal yang selama ini kita kurang dan sudah melakukan yaitu memperhatikan kerjasama internasional dan implementasinya. Juga kita maksimalkan relasi dengan kedutaan, konsulat di Indonesia agar disupport,” urai Rumahuru di kampus bertajuk harmoni dalam keragaman itu, Minggu (17/12).
Selain itu, kata Rumahuru, mengejar lulusan tepat waktu juga menjadi hal kedua yang harus konsisten dilakukan IAKN Ambon. Serta memanfaatkan jejaring atau stakeholder untuk pengembangan internal, termasuk dalam penyusunan kurikulum merdeka belajar, kampus merdeka (MBKM) yang melibatkan para pihak terkait.
“Prodi baru yang juga sedang disiapkan untuk mendukung fakultas sains dan teknologi, yaitu arsitek dan teknik industri. Semua dilakukan sampai Desember ini sudah masuk ke BAN-PT untuk penilaian. Tinggal menunggu SK dari Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) KemenRistek-Dikti,” jelasnya.
Demi kebutuhan jalannya Prodi yang baru tersebut kedepan, Rumahuru mengaku, karena IAKN Ambon merupakan kampus negeri maka tentu pihaknya sudah usulkan formasi sesuai kebutuhan ke kementerian.
Sehingga di tahun depan, pengangkatan dosen sudah mengakomodir kepentingan IAKN Ambon. Namun untuk saat ini, langkah yang ditempuh adalah bisa meminjam tenaga pengajar dari kampus lain atau kontrak tenaga profesional yang punya spesifikasi keilmuan sesuai kebutuhan.
“Kalau sudah dapat ijin di akhir tahun ini atau awal tahun depan, maka semester baru sudah bisa jalan. Baik Prodi maupun fakultas. Karena ijin fakultas sudah diusulkan ke Menteri dan telah sampai ke KemenPAN-RB,” beber dia.
Tidak saja untuk transformasi ke UKN tapi memastikan IAKN Ambon mengelola pendidikan dengan baik dan mempertanggungjawabkan kepada masyarakat lewat akreditasi, tambah Rumahuru, dalam trimester ini sudah ada sertifikasi ISO 200012018 yang terkait manajemen pendidikan tinggi. (MR-02)











Comment