AMBON,MRNews.com,- Sebanyak 47 peserta yang terdiri dari 37 sanggar seni musik dan 10 kelompok paguyuban, mengikuti karnaval musik yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, Kamis (6/9/18) jelang hari ulang tahun (HUT) ke-443 Kota Ambon. Karnaval didominasi oleh paduan trompet, hawaian, suling bambu, band, hadrat, tahuri dan DJ.
Karnaval musik yang dibuka Walikota Ambon, Richard Louhenapessy tersebut mengambil start di depan Balaikota Ambon, dengan melalui rute jalan Pattimura, jalan Yan Paais, jalan Ahmad Yani, hingga ke jalan dr Latumeten, jalan dr J.B Sitanala, jalan Sultan Babullah, hingga finish di jalan A.Y. Patty depan kantor dinas pemadam kebakaran dan penyelamatan Kota Ambon.
Walikota yang didampingi Wakil Walikota Ambon dan Sekkot di depan peserta menegaskan, Ambon selain kota yang memiliki potensi musik, ikan tetapi juga potensi toleransi untuk terus hidup dalam suasana damai satu dengan yang lain, diwujudkan dalam bentuk pela gandong. Sehingga seluruh potensi-potensi ini, ingin dikemas untuk menjadi sebuah kekuatan yang betul-betul bisa berdampak bagi rakyat dan masyarakat di kota Ambon.
“Besok, tim dari Pemkot dan Ambon Music Office akan berada dan berapat di Bali, guna mengajukan kepada UNESCO guna Ambon menjadi kota musik dunia tahun 2019. Untuk mewujudkannya, terasa dimana-mana, saya, pa wakil dan pa sekot pergi, temui banyak warga sudah pakai kaos Ambon City of Music. Sehingga harus wujudkan, betul-betul bahwa kita memang musisi-musisi, baik di Salam, Kristen, Hindu, Budha di Kota Ambon, kita memiliki bakat bermusik yang luar biasa,” ujar Walikota.
Sehingga lewat karnaval musik ini, kata Walikota, Pemkot dan masyarakat akan buktikan bagi siapapun yang ada di Ambon, terutama para tamu, bahwa Ambon memang pantas menjadi kota musik dunia. Apalagi, dari anak-anak sampai orang dewasa, terlibat dalam karnaval musik, baik musik berlatar belakang religius (terompet dan hadrat) atau juga musik etnis.
Karnaval musik ini tambahnya, akan menjadi kegiatan permanen/ tetap setiap tahun berkaitan perayaan HUT Kota Ambon. Dengan lebih lagi meningkatkan kualitasnya dari tahun ke tahun. Sehingga pada waktunya nanti, bisa saja daerah-daerah lain diundang dan tampil dalam karnaval musik di Kota Ambon. “Dengan segala sukacita dan hormat tinggi, saya sampaikan terima kasih kepada seluruh partisipan karena terlibat dengan inisiasi sendiri tanpa dibayar, hanya difasilitasi mobil oleh Pemkot. Bukti kecintaan kita buat kota ini,” tutup Walikota. (MR-02)











Comment