AMBON,MRNews.com,- OKP Cipayung Plus Wilayah Maluku memberikan apresiasi atas kinerja Kapolda Maluku, Irjen Pol Lotharia Latif dalam melayani, melindungi, mengayomi masyarakat dan menegakan hukum.
Selama bertugas kurang lebih 17 bulan atau 1,5 tahun di Maluku, Irjen Lotharia dinilai telah memberi kontribusi positif dalam menciptakan perdamaian di Maluku.
Halik Lapalelo, Sekum Badko HMI Wilayah Maluku menilai, kepemimpinan Kapolda semacam ada perubahan pola pikir yang dirasakan pihaknya. Tidak seperti Kapolda sebelumnya yang tertutup ruang-ruang komunikasi dan silaturahmi.
“Di zaman pak Lotharia Latif ini beliau semacam memiliki gaya kepemimpinan transformasional yang kental,” kata Halik, Minggu (16/4).
Gaya kepemimpinan transformasional yang diterapkan tambah Halik, terlihat dari cara beliau membangun kolaborasi dengan kelompok kepemudaan dalam hal ini Cipayung Plus dan masyarakat. Kolaborasi dibangun terkait komitmen damai untuk Maluku, dan membangun negeri ini jauh lebih baik kedepan.
“Beliau lebih suka mentransformasi ide dan gagasan, berbagi pengalaman dengan kami, saling terbuka dan menerima kritik dan saran dari kami, walau kadang dalam beberapa momentum, kita berbeda pendapat dalam konteks mengawal kepentingan umat. Namun beliau tidak pernah menutup ruang-ruang komunikasi dan silaturahmi,” ujarnya.
Halik mengaku Irjen Latif sangat menjunjung tinggi kebebasan berpikir, khususnya aktivis di Maluku. Beliau juga sangat menghormati ide dan gagasan.
“Hal ini beliau wujud nyatakan dalam pembangunan masjid dan gereja kembar di lingkungan Polda Maluku. Kita berharap dengan kepemimpinan Kapolda Maluku ini akan menjadi contoh untuk anak-anak muda yang ada di Maluku dalam menjaga perdamaian,” harapnya.
Senada, Korwil GMKI Maluku, Donatus Yamlean mengaku, Kapolda Irjen Latif sangat membangun hubungan emosional yang baik dengan kalangan pemuda, apalagi OKP Cipayung.
Terkait langkah-langkah yang diterapkan saat terjadi masalah kamtibmas di Maluku, Donatus mengaku Kapolda cepat mengambil kebijakan.
“Konflik yang terjadi cukup banyak, tapi dari sudut pandang kami, apresiasi bagi Kapolda karena kami melihat proses penyelesaian konflik cukup cepat dan memang itu keseriusan pak Kapolda,” ujarnya.
Secara pribadi, Donatus juga mengapresiasi Irjen Latif karena beliau orang yang sementara ini memotori kedamaian di Maluku. Dimana-mana Kapolda selalu berbicara proses kedamaian.
“Dan pesan-pesan politis ini yang selalu beliau ajarkan untuk kami. Apresiasi juga sebab ketika kita lakukan silaturahmi dan buka puasa bersama, kami melihat dimana pak Kapolda tunjukkan satu hal yang secara fisik bahwa kedamaian Maluku lebih penting dari semua, yaitu dibangunnya Mushola dan Gereja berdampingan di halaman Polda Maluku,” jelasnya.
“Menurut hemat kami juga itu satu langkah positif dimana pak Kapolda berkomitmen Maluku harus punya tingkat toleransi dan kedamaian tinggi, dan itu dibuktikan, bukan sekedar kata-kata,” sambungnya lagi.
Selain itu, selama bertugas di Maluku dengan karakteristik begitu keras, Jenderal Bintang Dua itu dapat menyelesaikan setiap masalah dengan cukup baik.
“Contoh lain misalnya terkait masalah korupsi, beliau sangat merespon terkait masalah-masalah penegakan hukum juga kepeduliannya cukup tinggi dan itu berjalan sesuai hukum yang berlaku,” pungkasnya. (MR-02)











Comment