AMBON,MRNews.com,- Sebanyak 110 orang mahasiswa kuliah kerja nyata tematik revolusi mental (KKN-RM) Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon tahun 2019 bersiap mengabdi sebagai agen-agen perubahan di Kecamatan Kairatu-Kairatu Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), selama 1 bulan 2 minggu atau mulai besok, Jumat (2/8/19) hingga pertengahan September mendatang.
Rektor IAKN Ambon, Dr A.Ch. Kakiay, MSi saat melepaskan peserta KKN-RM 2019 di Auditorium IAKN Ambon, Halong Atas, Kamis (1/8/19) mengatakan, KKN-RM ditujukan untuk menyiapkan para mahasiswa sebagai agen-agen perubahan. Yang membantu pemerintah untuk turut bekerja memaksimalkan lima gerakan perubahan yaitu Indonesia Melayani, Bersih, Mandiri, Bersatu dan Tertib. Lima gerakan itu sebagai upaya untuk mendorong karakter generasi kuat guna membantu pembangunan di masa mendatang. Karenanya, KKN-RM ini beda dari KKN biasanya.
Karena itu, Kakiay berharap, dalam program KKN-RM itu bisa betul-betul efektif yang menjawab kebutuhan masyarakat dimana praktek dilakukan. Tetapi juga mewujudkan, mendorong program pemerintah berupa gerakan revolusi mental baik dari diri sendiri maupun kepada masyarakat. Maka dalam waktu singkat KKN-RM, harus berupaya paling lama 2 hari sudah riset menyeluruh tentang masyarakat sasaran. Setelahnya, program sudah harus jalan. Dengan harapan program kegiatan harus berkualitas dan meninggalkan jejak yang baik.
“Schedule atau garis besar program yang sudah didudukan dengan dosen pembimbing dapat berjalan dengan baik. Harus fokus karena itu praktek. Kegiatan ini bagian dari kurikulum, kurikuler seperti mata kuliah karena ada angka kreditnya. Harapan saya, saudara-saudara bekerja dengan baik disana, membawa nama baik lembaga, menjaga citra almamater, diri sendiri dan keluarga. Saya harap tidak ada yang gagal. Kecuali menggagalkan diri sendiri.
110 orang dilepas dan ditarik juga demikian pada 16 September,” harap Kakiay.
KKN-RM ini tambahnya, dibawah koordinir Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko-PMK) dan merupakan tahun ketiga dilakukan IAKN Ambon sejak 2017. Bahkan dari 33 perguruan tinggi (PT) di Indonesia yang melakukan KKN-RM, dari sebelumnya ratusan PT, di Provinsi Maluku hanya IAKN Ambon dan itu patut disyukuri. Sebab pasti Kemenko PMK punya kriteria dan catatan untuk penilaian khusus.
Sementara itu, Ketua Panitia KKN-RM IAKN Ambon 2019, Dr Yance Rumahuru,MA menyatakan, peserta KKN-RM akan berpraktek pada 10 desa pada dua (2) kecamatan yaitu Kairatu dan Kairatu Barat. Diharapkan, sudah masuki KKN-RM, tidak lagi membicarakan spesifikasi terkait bagaimana mau membangun ketercapaian prodi, pengenalan sekolah dan sebagainya dapat dibicarakan terpisah dari proses KKN. Sebab tujuannya menyiapkan mahasiswa sebagai agen-agen perubahan, yang membantu pemerintah turut bekerja memaksimalkan lima gerakan perubahan.
“Sudah ada program-program yang tentunya dirancang, tinggal diimplementasi dan disesuaikan saat riset. Total kalau tidak salah 25 program, beda-beda di tiap lokasi tergantung hasil survey nantinya selama dua hari di lokasi KKN. Total 110 orang yang ber-KKN pada 10 desa di dua kecamatan,” kunci Rumahuru. (MR-02)







Comment