AMBON,MRNews.com,- Dari hasil tracking atau penelusuran perjalanan terhadap pasien terkonfirmasi positif Covid-19 terkodefikasi 17 di Maluku atau 11 di Kota Ambon yang dilakukan tim tracking dinas kesehatan (Dinkes) Kota Ambon, terdapat 103 orang yang pernah melakukan kontak dengan pasien.
Dari 103 orang, terkonfirmasi 35 orang yang beresiko tinggi atau berhubungan erat langsung dengan pasien, 25 orang beresiko rendah dan tidak ada hubungan atau berkontak 43 orang.
“Hasil tracking untuk pasien 11 di Ambon atau 17 di Maluku, terdapat 103 orang. Dimana kontak erat tinggi 35 orang, 25 orang rendah dan tidak ada hubungan 43 orang,” ungkap Ketua Gugus Tugas (Gustu) Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kota Ambon Syarif Hadler, Rabu (22/4/20).
Sesuai jumlah tracking 103 orang tersebut, kata Syarif, kemudian telah dilakukan rapid diagnostic test (RDT). Dengan hasilnya empat (4) orang menunjukkan reaktif (positif) sesuai RDT dan 22 orang lain negatif. Sisanya, belum RDT sebab keterbatasan alat Rapid.
“Jadi sesuai RDT, empat orang hasilnya reaktif/positif, negatif 22 orang. Keempat orang RDT itu masih karantina mandiri dan swab baru mau diambil. Kita sudah ajukan surat ke gugus tugas provinsi, tapi belum direspons. Informasinya besok atau lusa, tapi belum pasti juga,” tukas Hadler di posko Gustu.
Dirinya berharap, pengambilan swab terhadap keempatnya bisa dilakukan segera agar diketahui hasilnya. “Kita berdoa semoga hasil swab mereka negatif. Untuk data terkini di Ambon 11 positif dengan 8 sembuh, 3 masih dirawat. Sedangkan PDP 5 orang dan ODP 38 orang. Kita berdoa agar 3 orang tersisa juga bisa sembuh,” harap Wawali Ambon itu.
Kadis Kesehatan Kota Ambon Wendy Pelupessy tambahkan, dari 35 orang kontak erat langsung atau beresiko tinggi, tidak semua RDT karena alat terbatas. “Ada yang perlu RDT dan tidak. Mau rapid dengan apa, kalau tidak ada. Provinsi saja kasi alat RDT terbatas. Kalau seng perlu, masih jauh resikonya seng perlu rapid. Cukup pantau 14 hari dan beri vitamin,” tukasnya. (MR-02)











Comment