by

Yosmina Tapilatu, Peneliti Perempuan Pertama Lulusan Prancis, Komandoi PRLD-BRIN

AMBON,MRNews.com,- Sejak terbentuknya secara resmi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 78 Tahun 2021 maka beberapa LPNK termasuk Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dilebur masuk ke dalam BRIN.

Secara khusus Pusat Penelitian Laut Dalam – LIPI yang berkedudukan di Ambon turut diintegrasikan ke dalam BRIN dengan mengalami perubahan nama menjadi Pusat Riset Laut Dalam (PRLD)–BRIN.

Dalam sejarah kepemimpinan salah satu pusat riset di Kawasan Timur Indonesia ini, sejak masih menjadi Stasiun Penelitian Ambon (SPA) LIPI tahun 1973 sampai menjadi PRLD, untuk pertama kalinya dipimpin oleh seorang perempuan peneliti.

Ialah Dr. Yosmina Tapilatu, S.Pi, DEA yang ditunjuk oleh Kepala BRIN Laksana Tri Handoko sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala PRLD–BRIN sejak 8 April 2022.

Peneliti mikrobiologi laut ini mulai bergabung di LIPI terhitung mulai 1 Januari 2011.

Foto : Tempo

Yosmina telah menghasilkan 26 tulisan ilmiah yang diterbitkan di jurnal nasional maupun internasional.

Keterlibatan dalam aktivitas ilmiah yang bertaraf nasional dan internasional cukup banyak (25 kali) dalam bentuk pertemuan ilmiah dan lainnya.

Banyak penghargaan yang telah diterima wanita kelahiran Ternate itu diantaranya sejak masih menjadi mahasiswa S3 di Prancis (Mahar Schutzenberger Award 2009) dan saat menjadi peneliti pemula (early-career researcher) (L’Oreal-UNESCO Indonesia For Women in Science Fellowship, 2011 dan Kartini Award for inspirational Women in environmental field, 2012).

Selain sejumlah penghargaan itu, Yosmina tercatat merupakan anggota Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) tahun 2017-2021.

Pengabdiannya di LIPI sejak tahun 2011, mengantarkan Yosmina meraih Satya Lencana Karya Satya X tahun dari pemerintah pusat.

Srikandi yang pada 17 Agustus mendatang bakal berusia 45 tahun ini menyelesaikan studi pada program studi Ilmu Kelautan dan memperoleh gelar Sarjana Perikanan (S.Pi) dari Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Pattimura Ambon tahun 2001.

Setelah menamatkan diri di kampus Hotumese, Yosmina kemudian melanjutkan pendidikan pasca sarjana (DEA, setara Magister) dalam bidang Biosains lingkungan, Kimia dan Kesehatan dilakukan di Pusat Oseanologi Marseille, Universitas Aix-Marseille II di Prancis dan lulus 2004.

Jejak pendidikan Yosmina tak berakhir di S2. Pilihan untuk meraih gelar doktor di bidang keahliannya, Oseanologi pun terwujud 6 tahun kemudian, tepatnya 2010. Juga pada Universitas Aix-Marseille II, Prancis.

Sebagai salah satu perempuan peneliti dan penerus semangat Kartini pada saat ini, Yosmina Tapilatu bersama tim akan fokus untuk menguatkan pusat riset ini dari sisi peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Serta peningkatan penelitian khususnya terkait laut dalam, dan membangun jejaring kerjasama dengan lembaga-lembaga riset nasional maupun internasional.

“Peneliti adalah profesi yang menyenangkan karena Anda bisa tahu apa yang orang banyak tidak tahu. Akan banyak hal-hal baru yang akan Anda temukan,” kunci Yosmina sebagaimana dikutip dari situs LIPI. go.id. (**)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed