JAKARTA,MRNews.Id.- Ketua DPRD Provinsi Maluku, Benhur George Watubun mengajak warga Maluku di perantauan menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, sebagai momentum memperkuat persaudaraan, toleransi, dan persatuan.
Ajakan itu disampaikan Benhur dalam sambutannya, saat menghadiri peringatan Maulid Nabi yang digelar Front Pemuda Muslim Maluku (FPMM), di kediaman Umar Ohoitenan atau Umar Kei, kawasan Binalindung, Pondok Gede, Sabtu (19/9/2026) malam.
Menurut Watubun, kegiatan keagamaan tersebut memiliki arti penting bagi masyarakat Maluku yang tinggal di luar daerah. Selain menjadi bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, kegiatan itu juga mempertemukan berbagai elemen masyarakat dalam suasana kekeluargaan.
“Atas nama pimpinan dan seluruh anggota DPRD Provinsi Maluku, kami menyampaikan ribuan terima kasih. Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas keagamaan, melainkan wadah silaturahmi yang menyatukan segala perbedaan warga Maluku di tanah rantau,” ujarnya.
Ia mengapresiasi Ketua Umum FPMM Umar Kei bersama keluarga, yang secara konsisten melaksanakan kegiatan sosial dan keagamaan.
Watubun menilai, langkah tersebut ikut menjaga ikatan sosial warga Maluku, khususnya di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).
Politisi PDIP itu juga mengingatkan tentang pentingnya menjadikan keteladanan Nabi Muhammad SAW, sebagai pedoman dalam membangun kehidupan yang damai dan tertib. Nilai akhlak Rasulullah, kata dia, perlu tercermin dalam hubungan antar umat beragama maupun antar kelompok masyarakat.
“Kekuatan kekeluargaan ini terus kita bangun, tanpa membedakan latar belakang agama maupun budaya. Kita tunjukkan, bahwa warga Maluku senantiasa menjaga kerukunan dan harmonisasi bangsa,” lanjut Watubun.
Peringatan Maulid Nabi tersebut turut dihadiri Sesepuh dan Pembina FPMM M. Thaher Hanubun, Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta, anggota DPD RI Bisri Asidiq Latuconsina, anggota DPRD DKI Jakarta Ongen Sangadji, serta perwakilan Gubernur Maluku S.I. Patta.
Hadir pula mantan Kasum ABRI Letjen Purn. Suaidy Marasabessy, jajaran ulama dan habaib, tokoh masyarakat, serta perwakilan perantau dari 11 kabupaten/kota di Maluku dan Jabodetabek.
Kegiatan tersebut diharapkan, dapat terus menjadi sarana memperkuat kebersamaan warga Maluku di perantauan, sekaligus memperkokoh kontribusi mereka dalam menjaga persatuan bangsa.(MR-02)







Comment