AMBON,MRNews.com,- Warga Tihulale, Kecamatan Amalatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) mengeluhkan sistem pelayanan kesehatan di Puskesmas Pembantu (Pustu) Tihulale dan Puskesmas Latu sebagai Puskesmas induk pada Kecamatan Amalatu, Kabupaten SBB yang dinilai sangat memprihatikan, buruk dan terkesan lambat memberikan pelayanan kepada masyarakat, apalagi yang kategori ekonomi lemah.
Kepada Mimbarrakyatnews.com, warga yang enggan namanya dipublikasi ini mengaku, buruk dan lambatnya pelayanan kesehatan disana terlihat ketika dirinya melapor ke petugas medis di Pustu Tihulale agar diteruskan ke Puskesmas induk bahkan dinas kesehatan (Dinkes) SBB agar melakukan pencegahan pada anaknya yang ketika sakit dan dibawa ke RS Sumber Hidup Ambon guna pemeriksaan darah di laboratorium, positif demam berdarah (DBD). Tapi hingga kini, tidak ada respons apapun baik dari petugas Pustu, Puskesmas induk bahkan Dinkes SBB.
“Pada tanggal 10 Mei 2019, anak saya sakit panas. Karena panas tidak turun, saya bawa ke dokter praktek namun masih sama lalu dibawa ke RS Sumber Hidup Ambon. Ketika lakukan pemerikasaan darah di laboratorium, ternyata positif DBD (deman berdarah). Lalu kami diarahkan dokter melapor ke Pustu dan Puskesmas induk guna melakukan pencegahan. Kami sudah melaporkan ke petugas setempat dengan membawa hasil pemeriksaan dari dokter, namun karena bertepatan bulan puasa maka petugas sampaikan setelah itu baru ditindaklanjuti. Tapi sampai saat ini tidak ada tanggapan atau respon dari petugas Puskesmas dan Pustu untuk lakukan tindakan,” ujar sumber via seluler, Kamis (27/6/19).
Bukan itu saja dia mengaku, pelayanan imunisasi bagi bayi dan anak pun tidak dilaksanakan dengan maksimal. Padahal kesehatan sangat penting dan fundamental bagi warga. “Sering kedapatan demikian. Setau saya pelayanan kesehatan full time, tidak kenal libur. Memang kondisi ini menggambarakan betapa buruk dan lambatnya pelayanan kesehatan di Puskesmas Induk Latu dan Pustu Tihulale, Kecamatan Amalatu,” beber sumber lagi.
Oleh sebab itu dirinya meminta kepada pemerintah kabupaten SBB khususnya Bupati Yasin Payapo untuk memperhatikan dan memperbaiki kondisi pelayanan kesehatan di Puskesmas Latu sebagai Puskesmas induk kecamatan dan Pustu Tihulale. Mengingat, kesehatan merupakan hal paling mendasar dan jadi kebutuhan utama bagi kehidupan masyarakat, sebagai bagian dari hak asasi manusia dan merupakan salah satu unsur kesejahteraan yang harus diwujudkan sesuai cita-cita bangsa Indonesia sebagaimana amanat pembukaan UUD NRI tahun 1945.
“Sebagai warga kecil kami minta perhatian Bupati SBB untuk melihat hal ini. Karena bagi kami pelayanan kesehatan sangat penting, apalagi di Pustu dan Puskesmas yang jadi sarana kesehatan paling bawah dan harus responsif dalam keadaan apapun. Saya kasih contoh anak saya supaya tahu saja bahwa kenyataan demikian. Jangan nanti warga sudah meninggal, baru disalahkan warga karena terlambat datang lapor dan sebagainya. Padahal pelayanan kesehatan buruk dan lambat,” harap sumber itu. (MR-02)











Comment