AMBON,MRNews.com,- Walikota Ambon, Richard Louhenapessy tak kuasa menahan air mata dalam jumpa pers, ketika mendengar hingga hari ketiga, Rabu (7/11/18), pelaksanaan seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Kota Ambon, baru 20 peserta yang lolos passing grade dari 1320 peserta yang sudah mengikuti tes di SMP Negeri 6 Ambon. Selain karena memandang pula kebijakan pemerintah memberlakukan ambang batas passing grade 298 pada semua daerah termasuk Indonesia Timur agar sama dengan wilayah Indonesia Barat sangat tidak adil. Karena perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi jauh berbeda.
“Untuk seleksi CPNS khususnya di Maluku bahkan Kota Ambon memiliki masalah serius yang harus disikapi. Dari 2259 peserta yang lolos administrasi untuk seleksi kompetensi dasar (SKD), ada 1320 orang sudah mengikuti tes sampai hari ini. Dan hasilnya, baru 20 peserta yang dinyatakan lolos karena mencapai ambang batas passing grade nasional. Sedangkan berdasarkan konfirmasi, hingga kini di SBB baru 1 orang lolos, Malteng 2 orang, SBT, MTB dan kabupaten/kota lain belum diketahui,” ungkapnya sambil menitikan air mata di SMP Negeri 6 Ambon, Rabu (7/11/18).
Pasalnya dari 231 formasi yang diberikan pemerintah pusat bagi Kota Ambon, kata Walikota, ada 45 formasi tidak akan terisi karena tidak ada pelamar. Dengan demikian, hanya tersisa 186 formasi. Sedangkan terkini, baru 20 yang lolos seleksi, sementara waktu tes tersisa dua hari lagi dan dengan kebijakan atau aturan demikian serta wajib lulus di tiga komponen utama yaitu tes karakteristik pribadi (TKP), tes intelegensia umum (TIU) dan tes wawasan kebangsaan (TWK) sangat kecil kemungkinan akan memenuhi formasi yang ditetapkan. Padahal, harapannya paling tidak capai 150 lebih peserta bisa lolos seleksi CPNS Pemkot.
Atas kondisi ini, Louhenapessy berpandangan, ini merupakan masalah nasional yang harus disuarakan semua pihak baik pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota dan DPRD ke pemerintah pusat untuk memperhatikan aspek persatuan dan kesatuan serta rasa keadilan, terutama bagi masyarakat di timur Indonesia. Karenanya, telah dilaporkan kepada Gubernur melalui Wakil Gubernur untuk harus disikapi permasalahan ini segera. Dengan mengundang semua Bupati, Walikota, Kepala BKD, Pimpinan DPRD untuk evaluasi ini secara serius.
“Ini penting untuk masa depan daerah kita. Sebagai Walikota saya prihatin dan keberatan atas keputusan/kebijakan passing grade tidak adil bagi Ambon dan Maluku. Jangan menyamakan standar nasional untuk semua daerah. Jawa, Sumatera sudah terbiasa dengan standar komputerisasi, Timur masih ketinggalan. Tidak semua daerah sama. Ambon saja begitu, apalagi yang lain. Ini masalah. Dan puji Tuhan saya sudah sampaikan dan pa Gubernur sudah meresponsnya. Hari Jumat (9/11) kita akan rapat evaluasi agar satu pikir dan dalam semangat kebersamaan, kebhinekaan, maka harus sama-sama suarakan ke DPR-RI, Presiden, Menpan-RB, BKN. Harus ada kebijakan yang adil dan arif dari Pempus,” tegasnya.
Persoalan CPNS ini, bagi Walikota, harusnya jadi momentum bagi anggota DPR-DPD RI dapil Maluku untuk bersama berjuang juga bagi kepentingan rakyat, bukan hanya sibuk dengan urusan caleg, karena ada ketidakadilan terjadi. Belum tentu juga, Presiden, Menteri, anggota DPR tes sistem CAT bisa lulus, sebagaimana sms yang beredar di masyarakat. Sehingga, jika hal ini tidak mendapat perhatian, bisa menjadi antipati bagi pemerintah. Lagipula, tidak ada kata terlambat untuk mendesak hal ini. Karena lebih baik terlambat, daripada tidak sama sekali.
“Jangan sampai orang Jawa, Sumatera yang jadi PNS di Ambon dan Maluku. Kita harus minta belas kasihan Presiden. Jangan Papua saja diperhatikan karena berkontribusi banyak bagi negara, sedangkan Maluku sebagai salah satu provinsi yang mendirikan Indonesia tidak. Percaya, 15-20 tahun Maluku dengan Blok Masela akan jadi penyumbang terbesar bagi Indonesia. Saya akan ngotot masalah ini. Saya juga sudah minta pa Surya Paloh, Ketua Umum NasDem untuk bantu kawal ke Presiden. Kalau Pemprov tidak berjuang, saya dan tim yang akan berjuang ke pusat. Agar solusinya, mungkin pakai kolektif passing grade 298 acuannya, dengan tidak melihat hasil tiga komponen, yang penting bisa capai passing grade,” demikian Louhenapessy.
Sedangkan, tim teknis Panselnas CPNS Tahun 2018 dari KemenPAN-RB, Elvin Irawan mengaku terkejut dengan hasil yang dicapai Maluku dan kota Ambon. Meski diakui pasti rata-rata hasilnya akan sama dengan daerah lainnya. Karena soal tes sama seluruh daerah. “KemenPAN-RB pun pasti akan melihat semua catatan-catatan yang diterima dari daerah untuk evaluasi. Melihat formasi dan passing grade termasuk catatan lainnya,” terangnya. (MR-02)











Comment