by

Wagub Rayakan Natal Bersama KKT Maluku

-Agama-1,716 views

AMBON,MRNews.com,- Wakil Gubernur Maluku Zeth Sahuburua, berkesempatan merayakan Natal bersama Kerukunan Keluarga Toraja (KKT) Maluku, bertempat di gedung Baileo Siwalima, Karang Panjang, Ambon, Selasa (18/12/2018) malam. “Natal adalah peristiwa kasih paling agung. Sebagaimana, Injil Yohanes berkata, ‘Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga ia telah mengaruniakan anak-Nya yang tunggal, supaya semua orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal’ (Yohanes 3:16). “Bukankah ini peristiwa yang luar biasa?” tandas Sahuburua dalam sambutannya.

Dia katakan, Allah yang mulia dan agung di surga sana, begitu mengasihi umatNya. Padahal umatNya seringkali membuat salah dan dosa-dosa. Seringkali hidup tidak sesuai dengan kehendak dan petunjuk-petunjuk dari Allah. Walaupun begitu, Allah tetap saja mengasihi dan tetap sayang. Dan semua itu nyata, dan peristiwa Kristus yang diawali dengan Natal atau Kelahiran Yesus Kristus. “Pertanyaannya adalah, apakah kita telah menerima Yesus dalam hidup kita? Apakah Yesus benar-benar telah lahir dalam hidup kita selaku pribadi, keluarga bahkan persekutuan orang percaya?” tanya Sahuburua mengingatkan. 

Ini, sebut Sahuburua, menjadi pertanyaan penting yang harus direnungkan bersama, saat merayakan Natal, sehingga tema Natal dicanangkan oleh GPM perlu direnungkan bersama yakni, “Berilah Tempat Bagi Yesus di Dalam RumahMu” (Lukas2:1-7). “Tema ini merupakan ajakan, agar kita membuka pintu rumah untuk Yesus lahir dan hadir. Kita membuka pintu hati untuk Yesus diam dihati. Kita tidak boleh menutup pintu hati bagi Yesus Kristus, yang kita yakini sebagai Tuhan dan Juruselamat dunia ini,” ingatnya. 

Menurutnya, mengapa ajakan ini penting? Sebab orang Kristen saat ini sadar atau tidak sadar sering menutup pintu rumahnya dari Yesus. “Orang Kristen saat ini, lebih suka membuka pintu rumahnya bagi hal-hal tidak sesuai dengan apa yang tidak dikehendaki Yesus. Bahkan orang Kristen saat ini, telah menutup pintu rumahnya dari sesamanya. Menutup pintu hatinya dari tetangga, bahkan keluarga, saudara dan sahabat,” paparnya. 

Masih kata Sahuburua, kedatangan Yesus saat ini bukan lagi dalam wujud bayi mungil. Kelahiran dan kedatangan Yesus saat ini adalah pada diri orang-orang miskin dan lemah. Pada orang-orang yang diperlakukan tidak adil, mereka yang sakit dan dipenjara, mereka yang terbuang dan terkucilkan. Sahuburua kembali mengingatkan, Yesus pernah berkata, “Segala sesuatu yang kami lakukan kepada saudaraku yang paling hina ini, maka kamu telah melakukannya untuk Aku” (Matius 25:40).

Sahuburua menyebutkan, kita merayakan Natal tahun ini dengan berbagai latar belakang pergumulan. Ada berbagai bencana dimana-mana, ada kebencian yang disebarkan melalui media sosial, seperti hoaks, dan lain-lain. Belum lagi berhadapan dengan tantangan-tantangan hidup rumah tangga dan keluarga yang tidak ringan. “Semua masalah itu membutuhkan cara pandang dan sikap kita yang bijaksana. Kita tidak perlu putus asa dan menyerah. Kita harus optimis dan berpengharapan, sebab Natal adalah peristiwa pengharapan,” imbuhnya.

Oleh sebab itu, baik pula jika memperhatikan tema Natal dari Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), yakni “Yesus Kristus Hikmat Bagi Dunia” (1 Korintus 1:30a). Dunia ini, lanjutnya, membutuhkan hikmat dan kebijaksanaan. “Kekayaan dan kekuasaan bukan solusi bagi dunia ini. Sebab orang untuk kaya seringkali mengorbankan orang lain. Demikian pula orang untuk berkuasa bisa menghalalkan segala macam cara. Tetapi dengan hikmat dari Yesus, kita bisa membedakan semuanya,” tutup Sahuburua.(**)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed