AMBON,MRNews.com,- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon terus mendata dampak dari terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur Kota Ambon sedari Senin (29/5) hingga Selasa (30/5) malam.
Dimana kini 3 unit rumah rusak karena longsoran dan tumbangan pohon. Telah dilakukan penanganan darurat dan diberikan bantuan logistik kepada warga terdampak dan pemangkasan pohon yang menimpa rumah.
Selain itu ada 34 unit rumah dengan 48 Kepala Keluarga (KK) dan 156 jiwa yang terdampak banjir, tersebar pada sejumlah titik. Serta 7 unit rumah dengan 7 KK dan 28 jiwa yang terancam longsor.
“Ada tiga daerah titik banjir yaitu di Dusun Siwang, RT 001/RW 006 Kudamati Farmasi Atas Lorong Tipka dan RT 001/RW 002- RT 002/RW 002 Kelurahan Waihaong,” tandas Sekretaris BPBD Kota Ambon Eva Tuhumury via WhatsApp, Selasa malam.
Sedangkan daerah longsoran kata Eva, ada di 7 Titik yakni Negeri Kilang Kecamatan Leitimur Selatan, RT 001/RW 007 Perumtel Gunung Nona, RT 005/RW 001 Batu Gajah (Pandan-Pandan), RT 003/RW 004-RT 004/RW 004 Kelurahan Batu Gajah, Air Salobar RT 002/RW 002, Batu Gantung RT 001/RW 004, Skip Jembatan Putih RT 004/RW 002.
Selain itu, terdapat pula titik pohon tumbang akibat hujan deras seharian yaitu di Waimahu Negeri Latuhalat dan RT 006/RW 004 Dusun Mahia Kecamatan Nusaniwe. Dan satu talud ambruk di Perumtel Gunung Nona.

“Untuk fasilitas umum seperti sekolah, rumah ibadah dan perkantoran belum ada laporan kerusakan karena banjir dan longsor. Juga tidak ada korban luka dan meninggal saat banjir dan longsor,” akui Eva.
Meski demikian, diharapkan masyarakat kota Ambon terutama yang tinggal di bantaran sungai dan lereng gunung tetap mengikuti anjuran pemerintah terkait peringatan dini cuaca dan tetap mawas diri.
“BPBD sudah turun ke lokasi untuk tangani wilayah yang terancam longsor dengan memberi bantuan 19 buah terpal ukuran 4×6 dan 5×7. Untuk titik banjir kami berkoordinasi dengan dinas sosial agar jika warga terdampak tidak bisa aktifitas, akan disuplai makanan siap saji,” kunci Tuhumury. (MR-02)











Comment