AMBON,MRNews.com,- Ketua Umum Forum Pemuda Muslim Maluku (FPMM), Umar Kei meminta Bupati-Wakil Bupati Kabupaten Maluku Tenggara, Thaher Hanubun-Petrus Beruatwarin dan Walikota-Wakil Walikota Tual, Adam Rahayaan-Usman Tamnge untuk komitmen atau tak ingkar janji dengan janji-janji mereka yang telah disampaikan kepada masyarakat saat proses kampanye lalu.
“Hari ini mereka sudah dilantik dan sekarang sudah menjadi milik masyarakat. Maka sebagai pemuda Maluku asal Maluku Tenggara dan Kota Tual, saya berharap dan meminta kepada kedua kepala daerah tesebut agar apa yang pernah mereka janjikan dalam kampanye, jangan sampai diabaikan atau ingkar,” harap Umar saat menghadiri pelantikan kedua kepala daerah tersebut di lantai VII kantor Gubernur Maluku, Rabu (31/10).
Karena jika terjadi pengingkaran janji maka lanjut Umar, selaku anak Maluku Tenggara dan Kota Tual, dirinya akan maju sebagai orang pertama untuk mengejar dan menagih janji-janji mereka. Pasalnya, Kota Tual dan Maluku Tenggara merupakan Kota Adat dan keseluruhan Maluku dijuluki sebagai daerah Al-muluk yang artinya negeri raja-raja, sehingga Maluku Tenggara dan Kota Tual tidak membutuhkan orang yang hanya pintar, tetapi yang terutama adalah kebijaksanaan dan komitmen seorang pemimpin.
“Mereka butuh orang bijak dan komitmen. Saya pikir 49 atau 60 sekian Desa di Tual dan 192 Desa di Malra, sederhana saja untuk kita bisa bagi-bagi “kue”. Lima tahun kepemimpinan nantinya, saya berharap jangan sampai lalai dalam janji,” tandasnya.
Sebagai anak dan keponakan dari kedua kepala daerah tersebut, Umar mengatakan, bahwa kini keduanya sudah jadi milik masyarakat dari masing-masing daerahnya, bukan lagi milik partai, keluarga dan tim. Untuk itu, diharapkan keduanya menjadi pemimpin yang bijak, teladan dan komitmen bagi masyarakatnya masing-masing.
Terpisah, Walikota Tual Adam Rahayaan mengaku, semua program dan kegiatan bersama Wakil Walikota tertuang dalam Visi, yaitu Mewujudkan Tual sebagai Kota yang BERIMAN, yaitu Beriman, Ekonomi, Responsif, Akuntabel, Demokratis dan Transparan, dimana terjabarkan dalam tujuh misi, dan 28 program, 113 kegiatan. Sedangkan, Bupati Maluku Tenggara Taher Hanubun, mengaku 100 hari kerja, program yang akan dibuat adalah membuat data base, sehingga bisa mengetahui kebutuhan masyarakat Maluku Tenggara, serta menyelesaikan persoalan Kepala Ohoi (Desa) yang sampai saat ini belum diangkat sebagai sebagai pejabat defenitif. (MR-02)











Comment