by

Tujuh Amanat Penting Dalam Peringatan Hari Pattimura ke 201 Tahun

-Daerah-5,420 views

AMBON,MRNews.com.- inilah tujuh amanat penting dalam peringatan Hari Pattimura ke 201, yang disampaikan oleh Plt. Gubernur Maluku, Zeth Sahuburua saat Upacara perayaan. yang digelar di Lapangan Benteng Durrstede, Saparua-Maluku (15/05)

Dengan mengusung Tema “perayaan HUT Pahlawan Pattimura adalah dengan semangat pahlawan nasional Pattimura kita jaga stabilitas politik dan keamanan menuju suksesnya penyelenggaraan pilkada Tahun 2018 di Provinsi Maluku”. upacara dipimpin oleh Kapitan Manora Kabaresi, Mayor Laut Khusus Rein Leimanna. yang diawali dengan pembacaan riwayat kapitang Pattimura.

Tujuh amanat penting yang disampaikan Sahuburua diantaranya, pertama, sejarah adalah bagian dari masa lalu, dengan belajar sejarah kita belajar masa lalu dan tumbuhnya harapan untuk masa depan. setiap masa depan harus diawali dengan perjuangan dan perjumpaan adalah rahmat, anugerah dan berkat.

Dengan merayakan 201 tahun kapitan satu, Pattimura kita akan mengenang semangatnya yang begitu gigih dalam menegahkan nilai-nilai kebenaran demi Indonesia Merdeka.

Kedua, oleh karena itu masyarakat di Maluku harus bahu-membahu, sebab semuanya telah dilebur dalam semangat pela-gandong, kalwedo dan lainnya.

Ketiga, Pattimura adalah tanda sejarah, sebab itu inspirasinya harus menjadi kekuatan dan simbol perlawanan orang Maluku, dalam segala bentuk ketidakadilan dan penindasan.

“Apa yang disampaikan Presiden Soekarno bahwa Indonesia tanpa Maluku bukanlah Indonesia adalah bentuk pengajuan akan pentingnya negeri ini, mungkin jika tidak ada perjuangan Pattimura, mungkin tidak ada Indonesia merdeka, karena itu jangan lagi kita mereduksi pikiran-pikiran yang lain yang menghambat kemajuan negeri ini, ,” ucapnya.

Keempat, Jadilah prajurit-prajurit perdamaian dengan cinta pada kemanusiaan dan persaudaraan sebab kemajemukan yang dipertahankan Pattimura adalah kemajemukan yang menghidupkan bangsa, bersatu manggurebe maju, demi masa depan yang baru.

kelima, Kapitan Pattimura sudah tidak afa, tetapinya semangatnya harus tetap hidup dalam sanubari kita, nasionalisme yang diperlihatkannha bukanlah Ansi masyarakat Maluku tetapi soal Indonesia Merdeka. dengan demikian kita harus menjadi contoh di bangsa ini, terutama tentang kehidupan yang majemuk.

Keenam, peran Pattimura adalah refleksi tentang kapitang atau raja, yang membela rakyat dan negwrinya dari rampasan pihak asing, pemimpin yang besar di tanah Maluku adalah dia yang menjadikan rakyatnya kaya dari hasil tanah,laut; bumi , hutan dan segala yang ada di perut bumi,

Ketujuh, dalam kesadaran akan pentingnya kejayaan negeri ini, dirinya menghimbau seluruh pattimura muda di negeri ini untuk turut menjaga stabilitas menyongsong pesta demokrasi di Maluku, Kabupaten Maluku Tenggara dan kota Tual dengan membangun persaudaraan yang rukun dan harmonis agar pemimpin baru yang lahir nanti adalah pemimpin besar yang membuat negeri ini terhormat.

“Perayaan Pattimura di negeri ini, diharapkan bukan hanya menjadi goresan sejarah, karenanya seluruh masyarakat diajak agar seluruh moment histori yang bernilai luhur harus terus digali,” jelas Sahuburua.

Sebagai persembahan anak negeri
sudah waktunya kota Ambon dikembangkan menjadi laku lintas dna pintu masuk pariwisata dan pulau -pulau diluarnya harus dikembangkan potensi pariwisata yang unggul dengan konektifitas dan terpadu. sehingga pilihan untuk peringati hari Pattimura di kota Saparua adalah kebutuhan untuk menumbuhkan sama rasa dan rasa sama.

“Semoga kebijakan pemerintah dalam membangun masyarakat yang sejahtera dan berkulaitas dapat menemui jawaban dan rentan waktu yang telah ditetapkan, memang tidak ada harga atas waktu tapi waktu itu sendiri sangat berharga. memiliki waktu itu tidak membuat kita kaya tetapi menggunakannya dengan baik adalah sebuah kekayaan. (MR-06)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed