AMBON,MRNews.com,- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto telah tiba di Bandara Internasional Pattimura, Kota Ambon, Provinsi Maluku, Kamis (12/1) pukul 07.00 WIT.
Kedatangan Kepala BNPB untuk pastikan upaya penanganan berjalan optimal pascagempa dengan magnitudo 7,5 SR yang mengguncang wilayah Kabupaten Kepulauan Tanimbar pada Selasa (10/1) lalu.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari katakan, Kepala BNPB memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Bencana Maluku di VIP Bandara Internasional Pattimura.
Rakor tersebut dihadiri Barnabas Orno Wakil Gubernur Maluku, Mayjen TNI Ruruh Setyawibawa Pangdam XVI/Pattimura, Kapolda Maluku Irjen Pol. Lotharia Latif dan sejumlah PJU Polda Maluku, Kasdam XVI/Pattimura Brigjen TNI Asep Abdurrahman dan PJU Kodam Pattimura, Ismail Usemahu Kalak BPBD Maluku.
Kemudian Danrem 151/Binaiya Brigjen TNI Maulana Ridwan, PJ Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Daniel Indey, Djati Cipto Kuncoro Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Ambon dan Meykal Pontoh Asisten I Setda Maluku Bidang Perekonomian & Pembangunan.

“Selanjutnya beserta rombongan, Kepala BNPB akan bertolak ke Saumlaki, Kepulauan Tanimbar menggunakan transportasi udara untuk mengunjungi lokasi terdampak gempabumi,” jelas Muhari.
Dikatakan, status tanggap darurat telah ditetapkan Gubernur Maluku melalui Surat Keputusan No 86 Tahun 2023 dan Bupati Kepulauan Tanimbar melalui Surat Keputusan Nomor 361/10 Tahun 2023 selama 14 hari, terhitung sejak tanggal 10 hingga 24 Januari 2023.
Sesuai data yang dihimpun Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB per Rabu (11/1) pukul 21.00 WIT, tercatat kerusakan di Tanimbar dengan rincian 203 unit rumah rusak ringan, 5 unit rumah rusak sedang, 15 unit rumah rusak berat, kerusakan di lantai 3 Kantor Bupati dan Tribun Lapangan Mandriak serta 7 gereja rusak berat.
“Selain itu, kerusakan fasilitas pendidikan di Kepulauan Tanimbar masing-masing 1 unit sekolah menengah atas negeri dan sekolah menengah pertama Kristen,” terangnya.
Guncangan gempa turut merusak fasilitas kesehatan meliputi 1 unit Rumah Sakit Umum Daerah dan 5 unit puskesmas dalam kondisi rusak berat serta 3 unit fasilitas kesehatan militer.
Sedangkan data kerusakan rumah warga di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) yang ikut terdampak meliputi 87 unit rusak ringan, 32 unit rusak sedang, 22 unit rusak berat serta 7 gereja rusak berat.
“Pemerintah Provinsi Maluku telah salurkan bantuan logistik ke Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan MBD berupa beras, tikar, selimut, family kit, tenda gunung, dan perlengkapan kebutuhan anak,” kuncinya. (MR-02)











Comment