by

Ternyata, Mercy, Thobyhend & Wagub Orno “Menguat” Caretaker Ganti Murad

-Politik-1,412 views

AMBON,MRNews.com,- Polemik kepindahan Wakil Ketua Bidang Politik DPD PDI Perjuangan Maluku Widya Pratiwi Murad dan sejumlah pengurus yang adalah “gerbongnya” ke PAN, berbuntut panjang.

Suami Widya yang tak lain ialah Murad Ismail, Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Maluku pun terancam bakal “lengser” sebagai komandan banteng moncong putih di bumi Raja-raja.

Sebabnya, kepindahan Widya ke PAN disinyalir ada andil besar Murad yang ikut memberi advice. Padahal jelas, aturan internal PDI Perjuangan tak menghendaki ada dua partai berbeda dalam satu keluarga, apalagi selaku pucuk pimpinan.

Belum lagi beredarnya foto makan satu meja Murad dengan petinggi DPP PAN yakni Ketua Umum Zulkifli Hasan dan Ketua Majelis Penasihat Partai (MPP) DPP Hatta Rajasa di jagad dunia maya, makin kuatkan dugaan main dua kaki hingga tak lagi jadi petugas partai sejati.

Beberapa hari kemudian, DPP PDI Perjuangan langsung memanggil Murad untuk jalani pemeriksaan dan klarifikasi di Jakarta, Rabu (19/4) lalu.

Sayang, mantan Dankor Brimob Polri itu mangkir alias tak hadiri panggilan itu tanpa alasan jelas. Akumulasi atas semua hal itu, santer dikabarkan DPP telah bersikap dengan siapkan “surat sakti” pemecatan Murad dari jabatannya.

Sejumlah nama pun telah disiapkan DPP sebagai caretaker atau Plt Ketua. Namun tertunda seiring pengumuman Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang menetapkan Ganjar Pranowo sebagai calon Presiden PDI Perjuangan, 21 April 2023.

Selepas itu, kini tiga nama telah dikantongi sebagai calon kuat “pengganti” Murad selaku caretaker Ketua DPD PDIP Maluku. Sumber media ini yang himpun informasi dari internal PDI-P menyebut, tiga nama itu bukan fungsionaris DPP seperti yang diisukan.

Melainkan berasal dari pengurus dan kader partai di Maluku yaitu Anggota DPR-RI yang juga Wakil Ketua DPD PDIP Maluku, Mercy Barends, Wakil Ketua Bidang Kehormatan DPD PDIP Maluku Thobyhend Sahureka dan Wakil Gubernur (Wagub) Maluku Barnabas Orno.

“Jadi informasi tiga nama yang dibilang di beberapa media yaitu pa Mido, pa Rochmin Dahuri, pa Djarot itu keliru. Terkini itu ada ibu Mercy, pa Thobyhend dan pa Abas Orno calon kuat caretaker atau Plt Ketua DPD,” sebut sumber yang enggan namanya dipublish kepada media ini by phone, Kamis (27/4).

Namun sumber itu mengaku, pasca DPP melakukan rapat dua hari terakhir, nama Mercy harus tereliminasi dari bursa karena mendapat penugasan khusus partai yang lainnya. Artinya tersisa dua nama, Sahureka dan Orno.

“Ibu Mercy gugur dari bursa karena ada hal khusus penugasan. Sisakan pa Thobyhend dan pa Abas yang menguat mendapat tugas jadi Caretaker Ketua DPD,” jelasnya.

Ditambahkan sumber itu lagi, bahwa penentuan terakhir siapa yang akan menjadi Caretaker atau Plt Ketua DPD, kini ada di tangan Ketua Bidang Politik dan Keamanan DPP PDIP yang juga Ketua DPR-RI, Puan Maharani.

“Keputusan akhir saat ini di tangan mba Puan. Beliau yang menentukan siapa dari kedua nama itu untuk jadi Caretaker atau Plt Ketua DPD. Dalam waktu dekat mungkin sudah bisa tahu lah,” ulasnya.

Terpisah, Wakil Ketua Bidang Kehormatan DPD PDIP Maluku, Thobyhend Sahureka yang dikonfirmasi terkait dirinya ikut dipanggil ke DPP sebagai calon Caretaker atau Plt Ketua DPD mengaku tidak pernah dipanggil.

“Beta seng pernah dipanggil untuk bicarakan hal itu, apalagi terkait materi apa. Soal itu (Caretaker atau Plt Ketua-red) urusan DPP,” sebut mantan anggota DPRD Maluku itu via seluler, Kamis.

Disinggung soal namanya bersama Mercy Barends dan Barnabas Orno masuk bursa Caretaker Ketua DPD , Sahureka akui tidak tahu terkait itu.

“Jadi mekanisme di PDIP itu kan, kalau dia DPD itu keputusannya dari DPP. Dan kalau DPP punya keputusan, itu katong seng tahu apa-apa. Nanti tiba-tiba surat dari DPP turun, kecuali sebelum itu katong dipanggil boleh,” urainya.

Namun ketika ditanya terkait kemungkinan jika nanti benar DPP memutuskan dan memberi penugasan jadi Caretaker Ketua DPD PDIP Maluku, Sahureka sangat siap mengemban amanah itu.

“Ini kader bos. Sudah 32 tahun di partai, masa tidak siap untuk hal-hal begitu. Kecil-kecil saja itu. Intinya, kalau perintah ibu Ketua Umum Megawati untuk apa saja, sebagai kader partai kita tetap siap gerak,” pungkasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed