AMBON,MRNews.com,- 50 Peserta Kirab Pemuda zona II tiba di Kota Ambon, Provinsi Maluku. Mereka diterima Wakil Walikota Ambon, Syarif Hadler dan jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon di ruang rapat lantai 2 Balaikota, Kamis (13/9/18). Para peserta yang didampingi pihak Kemenpora dan Dispora Maluku, tiba setelah melakukan lawatan yang sama ke ujung timur Indonesia, Merauke dan Kota Manokwari, Papua Barat.
Wawali dalam sambutannya menyampaikan selamat datang dan menyambut gembira peserta Kirab Pemuda di Kota Ambon Manise. Dirinya pun yakin, kesan pertama saat menginjakan kaki di kota ini, akan menentukkan penilaian peserta Kirab Pemuda tentang kondisi kota Ambon dengan masyarakatnya yang welcome, ramah dan beradab.
“Semoga kehadiran ade-ade peserta Kirab Pemuda di Ambon, dapat memberi kesan positif akan kota ini dan masyarakatnya, selama kurang lebih 5 hari dalam sosialisasi dan interaksi sosial, baik sesama pemuda maupun dengan warga,” terang Wawali.
Untuk membangun Kota Ambon kata Wawali, dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang handal dan berkualitas. Dengan demikian tidak ada pilihan lain bagi Pemkot, selain terus meningkatkan kualitas SDM dan sasaran utamanya adalah para pemuda. Dimana banyak program pemberdayaan dan pengembangan pemuda yang sudah dilaksanakan, bukan hanya untuk meningkatkan kecerdasan dan ketrampilan pemuda, tetapi juga membangun mental, spiritual dan rasa nasionalisme.
Hal tersebut bagi Wawali, sangat penting, sebab Kota Ambon pernah memiliki sejarah masa lalu yang kelam karena diterpa konflik sosial. Namun dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika yang dibingkai ikatan pela gandong, membuat Ambon saat ini menjadi kota yang aman, damai, maju dan berkembang. Disisi lain, Pemkot menyadari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi komunikasi yang berkembang pesat dewasa ini, tidak hanya melahirkan generasi gadget yang melek teknologi tetapi juga berpotensi negatif dengan maraknya “hoax” dan menurunnya rasa kebangsaan dan nasionalisme.
“Pemkot berkomitmen untuk membina generasi muda agar cerdas dan santun dalam menggunakan media sosial, serta memberikan penguatan nasionalisme dan wawasan kebangsaan melalui diklat bela negara. Kita juga terus berupaya menjadikan kota ini kota musik dunia (City of Music), Kota Ikan (City of Fish) dan Kota Pintar (Smart City) serta menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia. Upaya-upaya ini mendapat apresiasi pemerintah pusat dalam beberapa tahun terakhir, Kota Ambon berhasil meraih penghargaan dalam beberapa bidang,” bebernya.
Wawali pun berharap, selama di Kota Ambon, para peserta Kirab Pemuda dapat berbagi ilmu dan pengalaman dengan pemuda di Ambon, teristimewa menjalin hubungan kekeluargaan akrab dengan orang tua dan keluarga asuh. Serta bisa mengenal lebih dekat budaya, kuliner, karakter masyarakat dan keindahan alam Kota Ambon. Paling penting tentunya, dapat belajar dan menimba pengalaman tentang bagaimana membangun persaudaraan sejati dan cara merawat kebhinekaan di kota ini. Sehingga sebutan Ambon Manise bukan slogan semata, tetapi benar-benar berkesan dan dirasakan utuh. (MR-02)











Comment