AMBON,MRNews.com,- Guna menekan angka kecelakaan di jalan raya yang mencapai 60 persen dengan usia produktif dan laki-laki menjadi korban, para guru tingkat SD di Maluku pun dijadikan pelopor keselamatan berlalu lintas.
Direktur Lalu Lintas Polda Maluk Kombes Pol Agus Krisdiyanto katakan, bersama Jasa Raharja pihaknya memilih guru SD di Kota Ambon dan 10 Kabupaten/Kota di Polres jajaran masing-masing dua orang sebagai
pelopor keselamatan berlalulintas di Maluku.
“Mereka diharapkan nanti membimbing dan membangun kesadaran anak-anak sekolah tentang pentingnya kesadaran berlalu lintas sejak dini. Karena itu penting dilatih lebih dahulu,” tandasnya saat pelatihan guru sebagai pelopor keselamatan berlalu lintas di Maluku, Selasa (20/9).
Sementara, Direktur Hubungan Kelembagaan PT Jasa Raharja Pusat, Gunadi Herlambang mengaku, dipilihnya guru SD sebagai pelopor keselamatan berlalulintas karena menjadi sosok pemberi pesan moral yang sangat dihormati.
“Guru ini tak saja mengajar tapi juga membimbing, jadi anutan, contoh. Digugu dan ditiru. Lewat mereka diharapkan bisa
menumbuhkan perilaku dan karakter murid SD pentingnya keselamatan berlalulintas kepada siswa sejak usia dini,” cetusnya.
Pasalnya sebut Herlambang, 60 persen usia produktif dan laki-laki merupakan korban Lakalantas. Dampaknya tentu bisa kurangi resiko kehidupan keluarga berujung pada aspek kemiskinan. Oleh sebab itu mata rantai ini harus diputus sejak dini dan lewat edukasi secara masif.

“Jadi kalau guru memberi cerita positif pasti siswa akan terima dan tularkan ke temannya dengan cara positif pula. Juga ke keluarga, lingkungan tempat tinggalnya. Ini seperti bola salju yang menggelinding terus hingga SMP-SMA agar bisa kurangi kecelakaan di Maluku,” ulasnya.
Ditempat yang sama, Kapolda Maluku Irjen Pol Lotharia Latif menegaskan, keselamatan lalu lintas ini adalah menjadi tanggungjawab bersama termasuk media lewat penyebaran informasi secara positif dan masif kepada masyarakat terkait kerjasama antara Polri dan Jasa Raharja ini.
“Tujuannya sebenarnya agar generasi muda terlindungi dari korban kecelakaan lalu lintas karena mereka aset bangsa. Kita pilih edukasinya tingkat SD karena ini awal orang bisa lebih mudah menerima pemahaman dan diusia itu yang akan tertanam lama,” tegas Lotharia.
Dirinya pun mengapresiasi para guru yang mau sebagai pelopor keselamatan berlalu lintas. Gerakan nasional ini harus dimulai dari Maluku. Karenanya, Lotharia titipkan
tanggungjawab membangun budaya keslamatan lalu lintas pada anak-anak ke para guru.
Guru menurutnya, sosok panutan dan teladan, yang terus mengajar dan mendidik secara berkelanjutan. Sehingga pantaslah jadi pelopor dan diharapkan energi positif yang ditularkan ke anak-anak pasti akan mengikuti. Sehingga pada akhirnya keslamatan berlalu lintas bisa tercapai.
“Jadi dengan sendirinya kesadaran, mindsetnya akan tumbuh sejak awal. Ada atau tidak ada polisi maka saya harus pakai helm, tidak boleh ngebut dan sebagainya agar melindungi diri sendiri dan orang lain,” pungkasnya. (MR-02)










Comment