by

Tasane Desak Tindak Tegas Kepsek “Bejat” di Bursel

AMBON,MRNews.com – Kekerasan Seksual terhadap anak di bawah umur kembali terjadi di kecamatan Namrole, kabupaten Buru Selatan (Bursel) yang diduga dilakukan, Kepala Sekolah Dasar (SD) 09 Namrole RH 35 tahun, terhadap MN 13 tahun siswa kelas IV, muridnya sendiri.

Aparat Sipil Negara (ASN) tersebut menyetubuhi korban setelah di iming imingi janji nilai yang tinggi, kasus tindak pidana persetubuhan terhadap anak dibawah umur itu resmi dilaporkan orang tua korban, Sabtu (8/10/).

Menyikapi hal tersebut, Sekertaris Komisi I DPRD Maluku, Michel Tasane angkat bicara, dan tegas meminta aparat kepolisian setempat dapat menindak tegas pelaku sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Melihat latar belakang sebagai pendidik yang sepatutnya mengayomi bukan malah merusak generasi masa depan, pelaku harus di hukum sesuai regulasi yang berlaku,” pinta Tasane, Kamis (13/10) di Baileo Karang Panjang Ambon.

Menurutnya, kasus kekerasan seksual terhadap anak ini juga marak, bukan cuma di Bursel saja, tapi juga Maluku secara keseluruhan.

Untuk itu, kasus-kasus tersebut harus mendapat perhatian khusus dari Komnas Perlindungan Anak.

“Mereka ini kan dibawah umur, jadi harus ada proses rehabilitasi secara psikis, karena itu otomatis akan mempengaruhi psikis dan mengganggu perkembangan anak,” tutur dia.

Legislator dapil Buru-Bursel itu menyebut selama ini kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur seperti fenomena gunung es, sedikit yang terekspos banyak yang terjadi namun tanpa laporan ke pihak yang berwajib dengan berbagai macam alasan, salah satunya takut pandangan masyarakat.

Tasane berharap, jika kemudian ada yang menjadi korban pelecehan seksual dibawah umur, harus segera diadukan ke pihak yang berwajib.

Dia juga mengharapkan pihak Kepolisian dan Komnas Perlindungan Anak juga turut serta memberikan perlindungan hukum bagi korban.

“Sepatutnya korban direhabilitasi karena usianya terlalu dini, jangan sampai psikisnya terganggu. Karena selama ini pelaku di hukum, tapi korban kurang mendapat perhatian dalam proses rehabilitasi pasca kejadian,” tandasnya. (MR-03)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed