AMBON,MRNews.com,- Calon anggota DPR-RI dari PDI Perjuangan dapil Provinsi Maluku nomor urut 3, Jeffry Daniel Waworuntu (JDW) menyisir dua kabupaten di Maluku dengan pemilih terbanyak di Pemilu, Maluku Tengah (Malteng) dan Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) untuk melakukan pengenalan diri, sosialisasi, sekaligus kampanye simpatik terbatas kepada masyarakat. 

Setelah di Kota Ambon, Malteng dan SBB dituju selain karena masuk dalam tiga daerah dengan pemilih terbanyak di Maluku bersama Kota Ambon, sehingga jadi target mendulang suara maksimal di pemilihan legislatif (Pileg) tahun 2019 mendatang, guna menuju Senayan DPR-RI. Tetapi juga ingin menjumpai dan lebih dekat mendengar aspirasi rakyat. Di Malteng, daerah yang didatangi adalah Desa Rumah Olat, Sawai, Kecamatan Seram Utara. Sedangkan di SBB, suami dari artis dan diva Indonesia, Ruth Sahanaya itu mengunjungi warga di Kecamatan Taniwel, blusukan ke Pasar Piru dan Negeri Luhu, Kecamatan Huamual Belakang, Selasa-Rabu (16-17/10/2018).
“Malteng, Ambon dan SBB memang menjadi target penyumbang suara maksimal bagi kita. Karena ketiganya basis pemilih terbanyak di Maluku. Maka kita intens mendatangi dan sosialisasi di ketiga daerah tersebut. Harapannya, dengan perubahan yang kita tawarkan, mendapat apresiasi dan respons positif. Dan memang faktanya, masyarakat di Rumah Olat, Taniwel dan Luhu serta pedagang di pasar Piru sangat merespons, antusias dan menginginkan adanya perubahan lewat saya,” terangnya kepada Mimbarrakyatnews.com di Ambon, Rabu (17/10/18).

Dalam sosialisasi dengan warga, JDW mengaku meski bukan orang Maluku, tetapi dirinya merasa terpanggil dan berkomitmen untuk membangun Maluku lebih maju, dengan tidak menawarkan janji fantastis, karena belum diberi kesempatan. Sehingga penting terus dekat dengan masyarakat, menyerap aspirasi dan kebutuhannya, meminta dukungan dan kesempatan dari rakyat untuk menuju ke Senayan guna memperjuangkan aspirasi.
“Selain memang, penugasan partai dan juga istri asal dari Maluku. Sehingga tidak salah Tuhan tempatkan beta disini untuk nanti menjadi penyambung suara di Senayan. Beta yakin, perjumpaan ini bukan kebetulan, tapi atas rencana Tuhan. Kerinduan masyarakat terhadap perubahan, maka perlu adanya perhatian terus. Maka, beta datang ke basudara disini, minta bantu, dukung dan beri kesempatan membangun Maluku lewat legislatif serta bisa menjadi berkat bagi Maluku dan Indonesia. Tanpa dukungan basudara, beta tidak bisa berbuat apapun,” ujar pria asal Manado, Sulut itu.
Dengan dukungan warga Rumah Olat dan Malteng, warga Piru-Taniwel-Luhu, SBB bagi dirinya, kata JDW sehingga ketika terpilih, bersama pemerintah daerah bisa memperjuangkan aspirasi dan kepentingan Maluku di pusat. Dan itu sudah jadi komitmen dalam perjuangan politik, karena sesungguhnya politik itu etika untuk melayani bukan alat mencapai kekuasaan.
“Sudah jadi komitmen beta untuk Maluku. Membantu pemerintah keluarkan Maluku dari kemiskinan lewat legislatif, mendorong pemuda dan masyarakat lahirkan inovasi dan kreatifitas baru (entrepreunership), menumbuhkembangkan potensi seni, olahraga di Maluku agar lebih maju. Sesuai pesan ibu Ketum PDIP, Megawati Soekarnoputri, harus tetap menjaga Kebhinekaan, Pancasila dan NKRI, serta membangun Indonesia dan Maluku karena itu tanggungjawab anak bangsa. Beta minta titip beta nama dan perjuangan ini selalu dalam tiap doa basudara, sehingga semuanya dimudahkan dan lancar,” bebernya. 

Sementara Ruth Sahanaya (Uthe) sebelum menyanyikan beberapa lagu Ambon mengajak masyarakat di sejumlah lokasi tersebut untuk terbuka bagi perubahan. Salah satunya dengan memberikan kesempatan bagi JDW melayani dan mengabdi bagi masyarakat Maluku di Senayan serta membangun Maluku lebih baik kedepannya. Karena ketika belum diberi kesempatan, sulit merealisasikan apa yang diharapkan atau jadi aspirasi masyarakat. (MR-02)









Comment