by

Tanpa Vanath, Herman Kampanye Sendiri di Coker

-Politik-1,383 views

AMBON,MRNews.com,- Tak biasanya terpisah, karena di tiap kesempatan selalu bersama dan lengket. Namun, kali ini benar-benar terjadi, dimana Calon Gubernur Maluku nomor urut 3, Herman Koedoeboen harus rela dirinya berjalan sendiri untuk berkampanye di lorong Coker, Kudamati Ambon, Sabtu (3/3) tanpa pasangan Cawagubnya, Abdullah Vanath. Ada apa sebenarnya???. Ini jawaban Herman.

“Kali ini kampanye di lorong coker, saya datang sendiri dengan tim, tanpa pa Vanath. Ketidakhadiran beliau bukan tanpa alasan, karena kita berbagi tugas kampanye berdasarkan zona yang telah diatur KPU, saya di Ambon dan beliau di SBB, masuk zona 1. Itu alasannya sehingga tidak terjadi pertanyaan,” tandas Herman saat menyampaikan orasi politiknya.

Bersama Vanath, lanjut Herman pihaknya mengusung semangat atau jalan perubahan ingin mewujudkan Maluku yang sejahtera, berdasarkan asas gotong royong. Dimana memprioritaskan penataan sistem birokrasi yang bersih, akuntabel dan responsif. Menurut Herman, Maluku tidak hanya butuh sesuatu yang sekedar baru, karena pasti sifatnya casing bukan isi. Tetapi perlu sebuah perubahan dengan berlari kencang dan kerjasama untuk bangun Maluku, tidak boleh sendiri.

“Persoalan pendapatan per kapita Maluku di urutan 31, kemiskinan, indeks pembangunan manusia (IPM) di posisi 24, politik anggaran yang tidak adil serta sejumlah masalah lain yang kita pandang Maluku butuh perubahan cepat. Itulah alasan mengapa saya mau maju Cagub dan menawarkan diri sebagai jalan perubahan. Salah satunya penataan/perbaikan sistem birokrasi sebagai unsur strategis dan produktif suksesnya suatu pemerintahan,” tukas mantan bupati Malra itu.

Terhadap semua itu, Herman berjanji untuk mewakafkan diri bagi kepentingan pelayanan publik, bukan untuk melihat kepentingan kelompok dan golongan. Melalui dirinya dan pasangantidak hanya sekedar melepas program ke public tanpa realisasi, tapi ingin dituntaskan, dengan sistem yang tertata agar semua keinginan berjalan baik. Sementara itu, aktivis perempuan Maluku Els Latuheru dalam orasi politiknya menegaskan, pilihannya bersama Herman-Vanath bukan karena berproses di independen saja sebagaimana pengalamannya di Pilwakot 2016 lalu, tapi profil, program dan visi keduanya jelas akan membawa pada perubahan dan kesejahteraan.

“Mereka berproses dalam ketidakmustahilan. Dan memberikan nilai baru bahwa demokrasi dibangun oleh pilar-pilar partai politik tapi nampaknya gagal dan independen ruang baru. Apalagi keduanya mengusung perubahan dan memberi diri sebagai jalan, bahkan dengan visi membangun pemerintahan yang bersih dan akuntabel. Karena saat ini belum ada perubahan apapun yang dirasakan. Itulah yang menjadi kekuatan apalagi kita bersama rakyat dan Tuhan,” demikian Latuheru.

Selain keduanya, orasi politik juga dilakukan oleh mantan bupati Kabupaten MTB dua periode, Bitsael Silvester Temmar (BST) dan Marthen Maspaitella. (MR-05)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed