by

Tanah Tinggi Panggel Pulang Biking Sanang Katong

AMBON,MRNews.com.- Ratusan warga Tanah Tinggi maupun yang berada di kota Ambon terlibat langsung dalam kegiatan launching Tanah -Tinggi (TNT) panggel pulang yang digagas panitia, Sabtu (6/5) dengan thema, katong biking sanang katong .

Ketua Panitia, Aldo Pical mengakui Tanah Tinggi Panggel pulang didesain untuk menyatukan kembali semua orang yang pernah tinggal di Tanah Tinggi untuk merajut kembali tali persaudaraan yang lama terputus karena tempat tinggal yang berbeda .

“Kegiatan ini sebagai ajang bakumpul orang basudara yang pernah merasakan tinggal sekampung dengan masa-masa yang penuh dengan kekeluargaan tanpa mengenal suka, ras bahkan agama” urai Pical.

Dijelaskan Pical, jika kegiatan launcing yang dikemas dengan jalan santai, senam dan aneka door price merupakan awal dari seluruh kegiatan yang puncaknya pada bulan Januari 2024 mendatang.

” Tanah Tinggi Panggel Pulang didesain dengan berbagai kegiatan diantaranya, jalan santai, pemeriksaan kesehatan gratis, makan patita, main king, badonci dan berbagai kegiatan lainnya yang nantinya digelar dengan memperhatikan moment daerah kota Ambon sehingga semaraknya dapat dinikmati oleh semua basudara yang akan pulang ke Tanah Tinggi” urainya.

Menurut Pical, kegiatan oleh panitia telah dirancang melalui kalender event 2023 yang nantinya akan dipasang pada beberapa tempat strategis maupun di semua lorong yang ada di Tanah Tinggi agar dapat diketahui dan hadiri oleh semua basudara yang pernah tinggal di Tanah Tinggi.

” Tanah Tinggi akan punya banyak cerita yang akan memperkaya pengetahuan anak anak muda yang belum sempat mengetahui sejarah dan bagaimana kerukunan orang basudara dipupuk sehingga rasa persaudaraan itu semakin kental dan tidak pernah dilupakan . Sebab ada banyak orang tua kita yang sudah tidak lagi tinggal di Tanah Tinggi, ambil misal pak Nono Sampono, pak Ongen Sangaji, dr Nia Pattiasina/Maitimu, pak Jasmono dan masih banyak lainnya bahkan ada di luar negeri seperti Australia, America dan Belanda” urainya .

Pical berharap puncak kegiatan dengan memperhatikan saat libur menjadi kesempatan semua orang yang berada di luar daerah untuk bisa pulang ke Tanah Tinggi bakumpul dan mengenang kembali saat dimana pernah tinggal di Tanah Tinggi.

” Waktu memang berubah sehingga kondisinya tentu berbeda bahkan warganya . Ini yang akan kita gali sehingga nilai nilai orang basudara di Maluku dengan rasa sagu salempeng di patah dua, potong di kuku rasa di daging akan kita tanamkan sebagai kearifian lokal yang ditularkan kepada generasi muda untuk tetap menjaga hubungan kekeluargaan walaupun tempat tinggal sekarang sudah berbeda” tutup Pical. (MR-01)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed