by

Susul GMKI, PARKINDO Maluku Ikut Kecam Betaubun

-Politik-1,683 views

AMBON,MRNews.com,- Partisipasi Kristen Indonesia (PARKINDO) Provinsi Maluku menyusul Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) wilayah Maluku mengecam keras pernyataan Ketua PP Wilayah Indonesia Timur DPP Golkar, Edison Betaubun yang mencatut pimpinan, institusi dan umat Gereja Protestan Maluku (GPM) saat orasi politik di rapat akbar Partai Golkar kota Ambon di Gedung Sporthall Karang Panjang Ambon, Rabu (21/2).

“Selaku organisasi yang berbasis kekristenan, PARKINDO Maluku menyesalkan dan mengecam keras pernyataan beliau,” ujar Sekertaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PARKINDO Maluku, Steve Palyama kepada media di Ambon, Jumat (23/2).

Pasalnya, kata Palyama, PARKINDO merasa pernyataan tersebut sangat tidak etis dan tidak mendidik, karena “diduga” memprovokasi dua elemen agama yakni Kristen dan Islam dan upaya memecah belah umat. Sehingga sangatlah tidak pantas, apalagi jika melihat Betaubun adalah politisi kawakan dan Anggota DPR-RI dua periode.

“Jika kami cermati pernyataannya, kami menemukan beberapa pernyataan tidak etis, diantaranya mengenai penyerangan secara verbal selain terhadap pimpinan dan institusi GPM tetapi juga ke beberapa tokoh lain seperti Alm M.M Tamher mantan walikota Tual yang terlihat sangat tidak elegan” terang Palyama.

Selain tindakan Provokatif kata Palyama, Betaubun dari pernyataan tersebut juga tidak memberikan pendidikan politik yang beretika. Apalagi sudah ada niat KPU dan Bawaslu, agar tidak ada orasi yang menyinggung hal-hal tendensi SARA. Semestinya, Betaubun mencontohi Richard Louhenapessy, Richard Rahakbauw (RR), dan Calon Gubernur Maluku Said Assagaff, yang dalam pernyataannya baik dan elegan.

Karenanya, dia menegaskan supaya hal ini mendapat perhatian serius Bawaslu Maluku guna diproses sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku jika melanggar. Sehingga bisa menjadi pedoman bagi semua pihak, bahwa semua orang sama dimata hukum. Bahkan, bila diperlukan diproses pada partai dan DPR karena diduga melanggar kode etik.

“Saya himbau semua masyarakat di Maluku agar tidak terprovokasi dengan pernyataan Betaubun tersebut. Sebab, kami melihat dan mendapati fakta Said Assagaff, selama menjadi Gubernur Maluku memiliki hubungan sangat baik dengan GPM. Bahwa soal pilihan politik, hak tiap orang menentukan, namun tak lantas jadi provokator dan memberikan pendidikan politik buruk bagi masyarakat” tegasnya.

Palyama pun berharap, pernyataan Betaubun ini, tidak lantas digeneralisir sebagai sikap partai atau Paslon yang dijagokannya. Sebab, Golkar adalah partai nasionalis yang tidak mengharapkan kejadian demikian terjadi apalagi keluarnya statemen itu. Sehingga, sangat wajar dan sepantasnya yang bertanggung jawab itu pribadi, Edison Betaubun.

“Saya nilai ini murni pernyataan pribadi beliau, bukan partai apalagi keinginan Paslon Gubernur-Wakil Gubernur SANTUN. Karena sesungguhnya semua orang ingin berdemokrasi yang baik tanpa saling menciderai apalagi membawa efek buruk bagi masyarakat. Sehingga wajarlah beliau pa Edison harus klarifikasi dan bertanggungjawab atas pernyataannya tersebut” demikian Palyama. (MR-05)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed